Intensif Pemprov Jateng untuk Guru Ngaji dan TPQ
Tambahan untuk ustad dan ustadzah

By Redaksi SS 29 Mar 2019, 12:55:44 WIB Semarangan
 Intensif Pemprov Jateng untuk Guru Ngaji dan TPQ

Keterangan Gambar : Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (batik) saat menyerahkan insentif dalam bentuk buku tabungan di ruang Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang, Jumat pagi (29/3/2019). 


Semarang – Ribuan guru Madrasah Nidiyah (Madin) Taman Pendidikan Al Qur'an (TPQ), guru ngaji, dan pengasuh pondok pesantren se-Kota Semarang itu, terlihat semringah usai menerima insentif dari Pemerintah Provinsi Jateng. Penyerahan secara simbolis langsung dilakukan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen di ruang Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang, Jumat pagi (29/3/2019). 

Senyum haru dan bahagia tersungging ketika para ustadz dan ustadzah menerima insentif dalam bentuk tabungan; Para pendidik di lembaga-lembaga keagamaan itu, mengaku bahagia dan bersyukur mendapat perhatian dari pemerintah.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian dari Pemerintah Provinsi ini. Selama ini saya hanya dapat insentif dari Pemkot Semarang dan takmir masjid. Alhamdulillah sekarang ada tambahan dari Pemprov Jateng,” ucap Uswatun, salah seorang penerima insentif.

Pengajar TPQ Awabil Mijen Kota Semarang itu mengatakan, selama 14 tahun mengajar di TPQ mendapatkan insentif dari Pemkot Semarang Rp 250 per bulan yang kemudian pada 2019 naik menjadi Rp 350 ribu per bulan. Maka dengan insentif Rp 100 ribu per bulan dari Pemprov Jateng, dapat menambah pendapatan para ustadz dan ustadzah.

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen menjelaskan, ribuan TPQ, Madin, dan pesantren yang tersebar di pelosok Jateng, dengan jumlah pendidik yang tidak sedikit, merupakan potensi besar untuk mencetak generasi bangsa yang berkualitas, sekaligus menjadi benteng kekuatan NKRI dari berbagai ancaman yang berpotensi memecah belah persatuan Indonesia.

“Sudah lama para ustadz dan ustadzah berada di pinggir, susah terus. Maka sekarang saatnya para pengajar keagamaan ini ditengahkan, diberdayakan menjadi benteng kekuatan NKRI,” ujar pria yang akrab disapa Gus Yasin ini, di depan sekitar 2.000 ustadz dan ustadzah.

Ditambahkan, peran Madin, TPQ, dan pesantren sangat penting bagi pemerintah. Karenanya keberadaan lembaga-lembaga keagamaan di semua daerah di Indonesia pada umumnya dan di Jateng pada khususnya, harus tetap eksis atau jangan ditinggalkan.

“Dengan pemberian insentif ini, diharapkan para pendidik di TPQ, Madin, pesantren lebih berkualitas dan mampu mendidik generasi bangsa menjadi insan insan yang membanggakan. Madin, TPQ, dan pesantren kembali kepada pengajaran Islam yang rahmatan lilalamin. Ini sangat penting,” pintanya.

Disebutkan, alokasi anggaran insentif untuk para guru Madin, TPQ, guru ngaji, dan pengasuh pesantren diberikan melalui dana hibah dengan total sekitar Rp 205 miliar. Tercatat sebanyak 171.131 orang yang terdaftar untuk menerima insentif dari Pemprov Jateng tersebut.

“Pemprov Jateng tidak hanya memberikan insentif kepada para ustadz dan ustadzah, tetapi juga memikirkan lembaga-lembaga pendidikan keagamaan ini mampu meningkatkan ekonomi melalui program ekotren atau ekonomi pesantren,” jelasnya.

Selain itu, pemprov juga akan memberikan perhatian kepada para penghafal Al Quran. Karenanya, para kepala desa diharapkan bersinergi dengan organisasi-organisasi kemasyarakatan, sehingga berbagai bantuan dari pemerintah dapat tepat sasaran. Persoalan di masyarakat pun dapat teratasi.

“Jika ada penghafal Al Quran tolong informasikan kepada Pemerintah Jateng, Insy Allah kami juga akan memberikan perhatian kepada penghafal Al Quran,” tandasnya. (faf/hmsjtg-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment