Antrian Penerima Daging Mengular 500 Meter
Di Masjid Besar Kauman Semarang

By Redaksi SS 11 Agu 2019, 19:41:31 WIB Semarangan
Antrian Penerima Daging Mengular 500 Meter

Keterangan Gambar : Antrian di jalan Kauman Semarang, ibu-ibu dan anak-anak yang ada di sisi selatan Masjid Kauman Semarang, Minggu (11/8/2019)


Semarangsekarang.com - Ribuan warga Kota Semarang yang berasal dari berbagai kecamatan terlihat mengantri untuk mendapatkan daging kurban di masjid Besar Kauman Semarang jalan Kauman, Kecamatan Semarang Tengah, Minggu (11/8/).

Dari pengamatan semarangsekarang.con antrtrian terlihat mengular sekitar 500 meter. Untuk menjaga ketertiban dan mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, disiagakan sejumlah  petugas Kepolisian dan TNI.

Waktu pembagian daging kurban sendiri baru dimulai setelah sholat Ashar atau sekitar pukul 15.30 WIB tersebut terbagi dua sisi yakni sebelah selatan untuk kaum wanita dan anak-anak sedangkan untuk sebelah utara untuk laki-laki. 

Kemudian per 10 orang masuk kelingkungan masjid untuk menerima daging kurban, setelah itu mencelupkan jari kelingkingnya kedalam tinta sebagai tanda bahwa yang bersangkutan sudah menerima daging seberat 4 ons.

Meski pembagian daging baru dimulai sore hari, namun banyak yang sudah hadir untuk ngantri. Salah satunya yang dilakukan Maesaroh,  warga Kelurahan Kebonharjo, yang datang ke masjid pukul 11.30 dengan harapan dapat mendapatkan urutan terdepan tetapi ketika sampai di lokasi atrian sudah mengular. Sehingga terpaksa mengikuti aturan yang berlaku yakni berdiri paling belakang.

“Salah perhitungan harusnya berangkat lebih awal pukul 09.00 sehingga mendapatkan urutan yang tidak begitu panjang,” katanya.
perempuan berusia 34 tahun tersebut.

Sementara itu, menurut sekretaris Masjid Kauman Semarang, Muhaimin, untuk hewan kurban yang disembelih 20 sapi dan 55 kambing yang dibagikan kepada warga yang tidak mampu sebanyak 9000 kantong. 
“Untuk tahun ini lebih banyak dibanding tahun lalu,” katanya.
Muhaimin menambahkan pembagian ribuan daging kurban ini akan dibagikan kepada beberapa kelompok yakni fakir miskin yang berada disekitar orang yang berkorban, kemudian warga miskin disekitar masjid Agung Kauman Semarang, serta fakir miskin jalanan.

“Jadi warga miskin sekitar masjid itu berupa permohonan yang masuk baik dari masjid lain, panti asuhan, pondok pesantren dan biasanya fakir miskin jalanan itu membutuhkan paling banyak 4000 kantong,” tandasnya. (mnr-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment