Bagikan Petuah pada Guru TK
Siti Khamida SPd

By Redaksi SS 30 Apr 2018, 10:36:01 WIB Tokoh / Profil
Bagikan Petuah pada Guru TK

Keterangan Gambar : Bagi Khamida, mengajar anak taman kanak-kanak mesti bisa mengenal karaketeristik lingkungan dan anak itu sendiri, karena mereka perlu perlakuan yang berbeda dan tidak bisa diperlakukan kasar.


Semarangsekarang.com--Mengajar, apalagi kepada siswa Taman Kanak-kanak (TK), membutuhkan kesabaran ekstra. Begitulah pesan seorang Siti Khamida SPd, Kepala Sekolah TK Siwi Peni, Lembaga Pemberdayaan dan Pembangunan Masyarakat Kelurahan (LPPMK), Kelurahan  Sidanegara Kecamatan  Cilacap  Tengah, Kabupaten Cilacap. Pesan itu disampaikan karena menurut Ida (sapaan Khamida)  berbagai peristiwa bisa terjadi selama proses berlangsungnya pelajaran di taman kanak-kanak.

“Namanya anak-anak, semua bisa terjadi, termasuk hal-hal yang tidak wajar, seperti buang air besar di dalam kelas,” kata perempuan kelahiran 21 Juli 1972, ini menambahkan. 

Pengalaman seperti itu, menurut Ida kerap ia temukan, dalam 24 tahun pengabdiannya di TK.

'Kalau ada bau tak sedap di dalam kelas, kita harus mencari tahu siapa yang bab. Karena anak-anak, itu tak mau mengaku. Nanti kalau sudah kita periksa dan menemukan anak yang bab, kita mesti membawanya ke toilet juga dengan lemah lembut, tak boleh dimarah,i” kata anak pertama dari empat bersaudara pasangan  Khulafi??? dan Suna'i ini. 

Selain persoalan bab, mengajar di TK juga tidak boleh terlalu terbawa perasaan. Alih-alih mencurahkan kasih sayang dan kekaguman, sang anak bisa menerimanya dengan perasaan berbeda. 

“Maksud kita memegang pipinya karena gemes. Tetapi salah-salah si anak merasa dicubit, dan melaporkannya ke orangtuanya mereka, jadi cukup sekedarnya saja,” kata Ida lagi. 

Istri dari Sutanto, ini  sendiri sudah cukup berpengalaman mengajar di TK. Sebelum menjadi kepala sekolah seperti sekarang, ia sudah mengajar di TK  Mutiara Tealkamulyan,  Kecamatilacap Selatan. Lalu ia pindah ke TK Negeri Pembina Manjenang, kemudian TK Budi Luhur Kecamatan  Cilacap Tengah, sebelum akhirnya pindah dan menjadi kepala sekolah di TK Siwi Peni-LPPMK Kelurahan Sidanegara Kecamatan  Cilacap Tengah. 

“Mengajar anak-anak di wilayah pantai dan pedesaan juga berbeda. Yang satu keras dan kasar, sedang yang lain libur penurut. Karena itu pendekatannya juga tak sama,” kata Ida kemudian. 

Selain itu mengajar anak-anak dari keluarga mampu, dengan latar belakang pendidikan orangtua yang baik, juga tidak sama dengan anak dari keluarga kurang mampu yang pendidikan orangtuanya kurang. 

“Sungguh, mengajar anak dari keluarga kurang mampu memberi kepuasan tersendiri. Karena kita  merasa sudah menyemaikan kebaikan diusia emasnya. Apalagi keluarga seperti itu lebih menghargai pekerjaan kita dibanding yang lain,” kata Ida lagi.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment