Bangkit dari Keterpurukan Rumah Tangga
Retno Wulandari

By Redaksi SS 01 Mei 2018, 19:38:36 WIB Tokoh / Profil
Bangkit dari Keterpurukan Rumah Tangga

Keterangan Gambar : Retno Wulandari, berbagai persoalan yang mendera hidupnya makin membuat sosok wanita yang satu ini makin tangguh dalam mengatasi segala persoalan hidupnya.


Semarangsekarang.com--Jangan menyerah pada masalah, karena setiap persoalan ada jalan keluarnya. Yakinlah, kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Itulah sebaris pesan dan penyemangat  yang selalu disampaikan Retno Wulandari kepada semua kolega yang tengah dirundung persoalan.

Retno, begitu dia biasa di sapa, bisa diibaratkan perempuan berusia 46 tahun ini seperti kamus berjalan dalam hal memecahkan persoalan. Perempuan kelahiran Pati, 23 Juni  ini, terlalu sering tertimpa persoalan. Tak terkecuali problematika rumah tangganya sendiri. 

Karena persoalan rumah tangga pulalah yang membuatnya pergi ke Negeri Jiran Malaysia pada 2010 hingga 2015. Saat kembali ke tanah air, ia sadar harus mandiri. Karena itu ia membuka berbagai usaha. Seperti salon kecantikan, menyediakan hijab murah, hingga berjualan rujak serut dan nasi liwet. 

“Saya sadar harus hidup secara mandiri, karena itu apapun saya lakukan, asal memberikan hasil.,” kata ibu dua anak itu  menambahkan. 

Meski awalnya terasa berat, lambat laun usahanya itu jalan juga. Bahkan ia melayani konsumennya secara online (daring), termasuk dalam memberikan jasa layanan salon.  Seperti creambath, facial, spamanicure dan pedicure

Kiprahnya sebagai salah satu pengurus Forum Komunikasi Putra-putri Purnawirawan Indonesia FKPPI Cabang Pati, membuat  usaha yang digeluti alumni Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIK) Semarang ini makin menggeliat. Banyak konsumen yang juga koleganya di FKPPI. Bahkan, dalam berbagai event yang dilaksanakan oleh FKPPI, ia tak ragu menjalankan usahanya itu

“Kalau bulan Ramadhan saya membuka lapak jual makanan berbuka di tenda FKPPI. Jadi sembari mengikuti kegiatan FKPPI saya terus berbisnis,” tambah Retno

Dari kisah perjalanan hidupnya itu, perempuan berzodiak Cancer ini pun berpesan, kepada sesama perempuan agar apapun yang terjadi dalam menjalani hidup maupun saat menghadapi berbagai persoalan mesti  senantiasa mengutamakan keluarga. 

“Akan lebih baik jika perempuan bisa menghasilkan uang sendiri, tidak selamanya bergantung pada suami. Karena dalam situasi tertentu, istri yang bisa mencari uang sendiri dapat meringankan suami. Dan istri tetap terhormat Dimata suami maupun keluarganya,” kata perempuan yang tinggal di daerah Kamandowo Kabupaten Pati ini. (mbd-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment