Bangunan Lawang Sewu, Ikon Wisata Semarang

By Redaksi SS 26 Mei 2018, 20:16:48 WIB Ragam
Bangunan Lawang Sewu, Ikon Wisata Semarang

Keterangan Gambar : Bangunan Lawang Sewu di Pusat Kota Semarang, daya tariknya tak pernah hilang. Sudah menjadi ikon wisata Kota Semarang


Semarangsekarang.com--Pada bulan Ramadhan seperti sekarang ini, banyak tempat wisata Semarang yang layak di jadikan tempat ngabuburit atau menunggu waktu bedug maghrib. Salah satunya adalah bangunan kuno di Kota Semarang, selain kawasan taman gelatik di Kota Lama, Lawang Sewu juga menyimpan daya tarik untuk saat-saat seperti sekarang ini, hingga lebaran nanti. .

Lawang Sewu, bangunan bersejarah yang terletak di jantung kota Semarang ini namanya sudah mengantero se Indonesia. Artinya, ketika orang menyebut nama Lawang Sewu, bayangan orang langsung tertuju ke Kota Semarang. Bahkan saat ini bangunan yang terletak dekat dengan Tugu Muda ini sudah menjadi salah satu ikon wisata yang wajib di kunjungi di kota Semarang. Saat ini Lawang sewu merupakan salah satu dari 102 bangunan kuno di Semarang yang dilindungi, seperti tertuang dalam Surat Keputusan Wali Kota Nomor. 650/50/1992.

Menurut Wikipedia, Lawang Sewu ini dirancang oleh Prof. Jacob F Klinkhamer (TH Delft) dan BJ Quendag, arsitek yang berdomisili di Amsterdam. Seluruh proses perancangan dilakukan di Belanda, baru kemudian gambar-gambar dibawa ke Kota Semarang. Maka bila dilihat dari cetak biru Lawang Sewu tertulis bahwa site plan dan denah bangunan ini telah digambar di Amsterdam pada tahun 1903. Begitu pula kelengkapan gambar kerjanya dibuat dan ditandatangani di Amsterdam tahun 1903.

Pada awal berdirinya gedung lawing Sewu ini merupakan kantor Het hoofdkantor van de Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij  atau NIS. Yang mulai dibangun 27 Februar 1904 dan selesai pada tahu1907. Masyarakat sekitarnya menyebutnya dengan Lawang Sewu karena bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak, meskipun kenyataannya, jumlah pintunya tidak mencapai seribu. Bangunan ini memiliki banyak jendela yang tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu (lawang). Nama Lawang Sewu lah yang hingga kini terpatri oleh khalayak.

Bangunan kuno dan megah berlantai dua ini setelah kemerdekaan dipakai sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia. Selain itu pernah dipakai sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer ( Kodam IV/Diponegoro) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Perhubungan Jawa Tengah.

Pada masa perjuangan gedung ini memiliki catatan sejarah tersendiri yaitu ketika berlangsung peristiwa Pertempuran Lima Hari pada 14 - 19 Oktober 1945. Gedung tua ini menjadi lokasi pertempuran yang hebat antara pemuda AMKA atau Angkatan Muda Kereta Api melawan Kempetai dan Kidobutai, Jepang.

Sampai saat ini Lawang Sewu ini status kepemilikannya merupakan milik PT Kereta Api Indonesia, meskipun begitu saat ini peruntukannya memang tidak lagi untuk kegiatan perkantoran PT KAI, namun sudah sepenuhnya untuk wisata saja. Bangunan yang dibangun sekitar 12 tahun ini bahkan sudah ditambah banyak penerangan di beberapa sudutnya. Sehingga bagi wisatawan yang hendak berwisata malam hari akan menemukan eksostisme tersendiri dan tentunya akan memberi sensasi wisata malam yang luar biasa.

Siapa yang sudah ke Semarang, tapi belum datang Lawang Sewu terasa belum lengkap kalau tidak mengunjungi tempat yang satu ini. Atau anda belum layak disebut orang Semarang jika belum pernah melihat bangunan kuno megah yang satu ini. (faf-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment