Berburu Pasca Stroke Pasien Tidak Mampu
dr Soesanto Gunawan, owner Villa Stroke

By Redaksi SS 08 Jun 2020, 16:52:55 WIB Tokoh / Profil
Berburu Pasca Stroke Pasien Tidak Mampu

Keterangan Gambar : dr Soesanto Gunawan,


Semarangsekarang.com - Ketua PDPKT (Perhimpunan Dokter Pengembang Kesehatan Tradisional Timur) Jawa Tengah dr Soesanto Gunawan mengatakan, penyakit yang mematikan dari peringkat 1 sampai 

peringkat 5 adalah sakit jantung koroner, stroke, infeksi saluran pernafasan.

"Penyakit tersebut seperti pneumonia, penyakit paru obstuksi kronis dan kanker pernafasan, maka segeralah membawa pasien yang memiliki potensi stroke kurang dari 3 jam ke rumah sakit. Bila terlambat, peluang kecacatan akan semakin besar," kata dr Soesanto Gunawan, Senin (08/06/2020). 

Pernyataan itu, kata dr Soesanto, seperti penyampaian  dr Murti Astuti, Sp.S bahwa, kecacatan nomor 1 adalah penyakit stroke. Sementara, faktor penyebab penyakit jantung, menurut dr Soesanto adalah tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, riwayat keluarga, kencing manis dan obesitas. 

"Di dalam masa pendemi covid-19 ini membuat situasi menjadi abnormal seperti pakai masker, jaga jarak aman, rajin cuci tangan, yang tanpa kita sadari menjadi kondisi normal baru (New Normal), yang berdampak banyak orang menjadi stress," katanya.

Ia mengatakan, semakin kita berharap semakin kecewa dan akibatnya, berubah menjadi stress. WHO sendiri tidak tahu kapan berakhirnya pandemi ini. Tidak ada pilihan lagi, selain menyesuaikan gaya hidup yang kita rasakan tidak normal agar bisa survive dan tidak mati terinfeksi Covid-19.

"Jangan berharap semua orang harus mengikuti aturan yang ditetapkan, hal itu akan membuat kita frustasi. Mereka tidak sabar dan akhirnya kembali ke gaya hidup yang lama dan itu tentu akan sangat berbahaya," tambahnya.

Dikatakan, stress tinggi banyak menyebabkan berbagai penyakit disamping menurunkan imunitas, sehingga mudah terinfeksi atau tertular Covid-19, juga penyakit-penyakit yang lain seperti jantung, stroke, kanker, ini juga dipicu dengan penyakit sindrome metabolik yang mendasari terjadinya penyakit stroke.

Sebagai owner villa stroke dibawah Yayasan Pemulihan Damai beralamat di Kp Subuh 83 Jalan Dr Cipto, dr Soesanto, ingin mengembangkan kemampuan dan keahlian sebagai seorang Akupunktur medis, untuk beberapa pasien stroke yang belum bisa mandiri maupun berjalan supaya mengurangi beban penderita serta keluarganya.

Ia mengatakan, carilah ilmu sampai ke negeri China yang sudah dilakukan oleh pemilik villa stroke yang belajar sampai di Guangzhou China guna membantu pasien pasca stroke yang tidak, belum beruntung atau tidak ada biaya atau sudah kehabisan biaya.

Soesanto yang mempunyai hati untuk menolong sesama manusia tanpa membedakan satu sama lain yang tidak mampu.

Menurutnya, ketenangan itu adalah yang dipentingkan, hati yang bersyukur dan bergembira itu 
adalah obatnya, stress memicu hormon kortisol yang dapat berakibat timbulnya berbagai penyakit, oleh sebab itu ditingkatkan hormon endorphin supaya dapat melawan segala penyakit.

Ia berharap semoga masa pandemi ini cepat berlalu dengan adanya anjuran pemerintah yang harus 
ditaati dan semua bergotong royong melawan Covid-19 dan bisa hidup normal kembali. 

Anjuran seorang dokter penyakit dalam, menurut Soesanto,  mengutamakan ceria, olah raga, resik 
(bersih), ogah junkfood, istirahat cukup  dan antioksidan sebagai singkatan coron akan mengurangi beban penderita hipertensi. (subagyo-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment