Berharap Arab Saudi Mematuhi Konvensi Wina
Kasus eksekusi TKI di Arab Saudi

By Redaksi SS 06 Nov 2018, 12:05:24 WIB Nasional
Berharap Arab Saudi Mematuhi Konvensi Wina

Keterangan Gambar : Ichsan Firdaus, anggota MPR dari Fraksi Partai Golkar (kiri) saat diskusi dengan tema "Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia" dikomplek gedung MPR.


Semarangsekarang.com--Kasus kematian warga negara Indonesia yang dieksekusi mati di Arab Saudi mengundang perhatian dari para anggota MPR. Salah satunya eksekusi mati yang terjadi pada Tuti Tursilawati yang merupakan tenaga kerja Indonesia (TKI), disebut sebagai wujud lemahnya perlindungan pemerintah Indonesia kepada TKI. Kasus hukuman mati yang mengancam TKI menurutnya tak hanya terjadi di Arab Saudi namun juga di negara Arab lainnya, Malaysia, bahkan China, dengan berbagai kasus.

Ichsan Firdaus, anggota MPR dari Fraksi Partai Golkar yang mengungkapkan bahwa sebenarnya Master of Understanding (MoU) dengan Arab Saudi soal TKI sudah dijalin namun diakui negara kaya minyak itu tidak menjalankan hukum internasional, yakni "Konvensi Wina".

“Problem Arab Saudi di sini,” ucapnya. Untuk itu perlunya koordinasi  dengan semua pihak agar Arab Saudi mematuhi Konvensi Wina. Ichsan menyebut sebenarnya dalam masalah ancaman hukuman mati, di antara TKI ada yang dibebaskan sehingga lepas dari hukuman itu.

Diakui pemerintah saat ini tengah moratorium TKI namun kalau melihat fenomena masyarakat di Sukabumi, Indramayu, Cirebon, dan daerah lainnya, ada keinginan moratorium itu dicabut. Menanggapi yang demikian dirinya menegaskan moratorium jangan dicabut sebelum betul-betul ada perlindungan yang kuat. Untuk menciptakan kondisi yang demikian maka bangsa ini perlu mempunyai "bargaining" yang kuat.

Untuk melindungi TKI tak hanya ada kepastian hukum namun juga mengubah pola pengiriman tenaga kerja dari yang unskill menjadi skill.  “Kita sudah mengirim tenaga kerja ke Korea Selatan dan Australia yang berdasarkan man power,’” tuturnya.

Sementara itu menurut Ferdi Panggabean perwakilan BNP2TKI,  mengatakan sebenarnya pemerintah telah melakukan banyak langkah untuk melindungi TKI. “Sayang beritanya tidak sampai kepada wartawan,” ungkapnya. Dirinya berharap agar kasus yang menimpa Tuti tak terulang. “Kita akan mendampingi agar tak kecolongan lagi,” tegas Ferdi. (mbd-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment