Capaian ZIS Jateng Tertinggi di Tataran Nasional
Potensi ZIS dari ASN Jateng 2019 capai Rp 56,4 miliar

By Redaksi SS 30 Jul 2019, 09:14:09 WIB Kantor Gubernur
Capaian ZIS Jateng Tertinggi di Tataran Nasional

Keterangan Gambar : Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kiri) bersama Wakil Ketua Baznas Pusat Prof Dr Munzier Suparta, dalam Baznas Jateng Award, di Grhadika Bhakti Praja, Senin malam (29/7/2019)


Semarangsekarang.com – Dalam Baznas Jateng Award, di Grhadika Bhakti Praja, Senin malam (29/7/2019), Wakil Ketua Baznas Pusat Prof Dr Munzier Suparta menyampaikan, saat ini penerimaan zakat yang diterima oleh Baznas Jateng dari para Aparatur Sipil Negara (ASN) Provinsi Jateng, dalam satu bulan mencapai Rp 4,7 miliar. Padahal sepanjang 2018 Baznas Jateng hanya menerima Zakat Infaq Shadaqah (ZIS) sebesar Rp 31,7 miliar. Pada tahun ini potensi ZIS dari para ASN Jateng meningkat menjadi sekitar Rp 56,4 miliar.

Melihat angka tersebut capaian zakat dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah tertinggi di tataran nasional. Semua itu tak lepas dari dukungan pemimpin daerah.

Capaian Baznas Jateng tersebut, menurutnya, merupakan yang tertinggi di tingkat nasional. Peran sentral pemimpin daerah menjadi indikator utama pertumbuhan tersebut.

“Pertumbuhan zakat di Jawa Tengah berada di posisi tertinggi. Ternyata semangat pimpinan pemerintahan memberikan dampak yang luar biasa pada tumbuh kembangnya zakat,” kata Munzier.

Ditambahkan, apa yang dilakukan Ganjar dengan mengeluarkan Surat Edaran pemotongan gaji sebesar 2,5% itu semestinya ditiru oleh gubernur lain.

“Ini harus ditiru gubernur seluruh Indonesia. Karena pada hakikatnya, ketika zakat tumbuh, bukan hanya prestasi Baznas tapi juga pemerintah. Ini juga jalur sinergi untuk menjalankan program pemerintah,” tegasnya.

Berdampak turunkan kemiskinan

Ketua Baznas Jateng KH Ahmad Daroji menjelaskan, kenaikan penerimaan zakat yang signifikan itu, berkat diterbitkannya Surat Edaran dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tentang pemotongan gaji sebesar 2,5% bagi ASN Jateng yang berjumlah sekitar 42.679 orang.

“Total zakat yang diterima Baznas tersebut digunakan untuk sektor-sektor produktif. Misalnya untuk permodalan usaha tanpa bunga lewat Baznas Micro Finance, beasiswa S1, S2, dan S3, maupun untuk renovasi rumah tidak layak huni,” katanya.

Pemanfaatan dana zakat tersebut, lanjut pria yang juga menjabat Ketua MUI Jateng itu, diharapkan dapat memberi dampak pada penurunan angka kemiskinan. Makanya program dari Baznas juga memberi pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kemampuan kerja masyarakat.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menambahkan, Surat Edaran (SE) Gubernur Jateng tentang potongan langsung dari gaji ASN sebesar 2,5% itu dikeluarkan setelah menerima laporan dari Baznas terkait penerimaan serta pemanfaatan zakat sepanjang 2018. Dia yang bertekad mempercepat penurunan angka kemiskinan di Jateng, berinisiatif memperbesar penerimaan dan distribusi zakat di Jateng. Terbukti, dalam enam bulan terakhir angka kemiskinan di Jateng turun mencapai 124,2 ribu jiwa.

Ganjar bersyukur inisiatifnya itu ditiru oleh pemerintah kabupaten/ kota se-Jawa Tengah. Dia pun berharap dengan penyelenggaraan Baznas Award untuk kali pertama di Jawa Tengah ini semakin memantik semangat para bupati dan walikota.

“Kalau di tingkat pulau Jawa ini yang pertama, tapi secara nasional ini yang kedua setelah Sumatera Utara. Tapi saya berterimakasih pada Baznas Jateng, dengan ini ZIS akan dibayar dengan baik dan dikelola secara akuntabel. Karena banyak persoalan yang terselesaikan dengan zakat,” tandasya.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment