Dikeluhkan, Ada Ikan yang Belum Bebas Pengawet

By Redaksi SS 02 Jul 2019, 19:29:32 WIB Semarangan
Dikeluhkan, Ada Ikan yang Belum Bebas Pengawet

Keterangan Gambar : Kunjungan kerja Komisi IV DPR RI bersama Walikota Semarang Hendrar Prihadi, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan di sentra usaha hasil laut di Kaligawe, Selasa (2/7/2019).


Semarangsekarang.com -
Walaupun tidak banyak, namun saat ini ditengarai  masih beredar ikan laut yang mengandung bahan pengawet formalin, hal ini tentu sangat mengkhawatirkan para para pelaku usaha kecil di Semarang.

Hal ini disampaikan salah satu pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) saat bertemu dengan anggota DPR RI dalam rangka 
Kunjungan kerja ke kota Semarang di sentra usaha hasil laut dan perikanan UD Putri Laut di kawasan Kaligawe Semarang, Selasa (2/7/2019).

Dalam kunjungan kerja yang dipimpin Daniel Johan dari Komisi IV DPR RI hadir juga Walikota Semarang  Hendrar Prihadi,
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jateng Effendi dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Semarang Made.

Duan Kendo, salah satu pembuat makanan ringan yang terbuat dari ikan teri mengeluhkan, sulitnya bahan baku ikan yang terbebas dari bahan pengawet.
Menurut Duan, rata-rata hasil tangkapan ikan teri telah di awetkan mengandung bahan pengawet formalin.

"Kami khawatir dengan kondisi bahan bakunya karena itu sangat berbahaya, oleh karena itu kami meminta petunjuk jalan keluarnya agar terhindar dari bahan baku yang mengandung formalin" kata Duan.

Kenali dengan lalat

Menanggapi hal itu Direktur Pengolahan dan Bina Mutu Direktorat Jenderal Pengolahan Daya Saing Produk Kementerian Kelautan dan Perikanan Ines Rahmania mengatakan akan membantu para pelaku UMKM untuk mengatasi peredaran ikan teri yang mengandung formalin.

Menurut Ines, para pelaku  UMKM hendaknya hati-hati dalam memilih bahan baku dari hasil laut karena itu untuk konsumsi masyarakat.

"Kalau secara sederhana cara membedakan ikan yang diawetkan dengan formalin dengan yang tidak menggunakan formalin adalah dengan metode lalat" kata Ines kepada tamu undangan.

Ines menambahkan, bila menggunakan formalin biasanya tidak mau mendekat, namun bila tidak menggunakan formalin, lalat akan merubungi ikan.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Jateng Effendi mengatakan, bahwa peredaran ikan teri yang mengandung formalin adalah sebuah kasuistis.

Menurut Effendi, selama ini di Jateng belum menemukan adanya indikasi ikan laut yang mengandung bahan pengawet berbahaya.

"Kami sudah sering melakukan uji tes terhadap hasil ikan laut bekerja sama dengan instansi terkait, namun hasilnya tidak di temukan" kata Effendi.

Dia berjanji akan menindak lanjuti keluhan pelaku usaha yang berbahan laut agar terbebas dari formalin. (zykka-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment