Dishub Siap Buka 24 Jam Jalan yang Ditutup
Jelang berakhirnya PKM Jilid III Kota Semarang

By Redaksi SS 11 Jun 2020, 19:25:01 WIB Semarangan
Dishub Siap Buka 24 Jam Jalan yang Ditutup

Keterangan Gambar : Beberapa ruas jalan di Kota Semarang akan kembali dibuka 24 jam setiap hari Senin-Kamis. Direncanakan mulai 15 Juni 2020 seminggu menjelang PKM jilid III. (foto: dok SS)


Semarangsekarang.com - Ruas jalan-jalan protokol  yang ditutup terkait Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) menurut rencana segera dibuka kembali oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang.

Sejumlah jalan protokol ditutup sejak dimulainya pemberlakuan PKM oleh Pemerintah Kota Semarang, untuk pencegahan dan penanganan penyebaran pandemi Covid-19

Kepala Dishub Kota Semarang, Endro P Martanto menjelaskan, pembukaan kembali tersebut sebagai uji coba terlebih dahulu yang dimulai pada Senin (15/06/2020). Teknisnya,  hari Senin-Kamis dibuka 24 jam. Khusus pada Jumat-Minggu jalan dibuka mulai pukul 06.00-21.00. Lantas, ditutup lagi mulai pukul  21.00-06.00.

“Pembukaan ruas jalan dijadikan pertimbangan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 menjelang masa PKM jilid tiga berakhir pada Minggu (21/06/2020),” kata Endro, Kamis (11/06/2020).

Hasil dari ujicoba tersebut selanjutnya akandievaluasi untuk menjadi pertimbangan se bagai keputusan lebih lanjut. Seperti diketahui hampir tiga bulan, beberapa ruas jalan di Kota Semarang ditutup untuk meminimalisir keramaian. 

Jalan-jalan yang dimaksud di antaranya, Kawasan Simpanglima, Jalan Pemuda, Jalan Ahmad Yani, Jalan Pandanaran, Jalan Lamongan Raya, Jalan Supriyadi, Jalan Lamper Tengah Raya, Jalan Sukun Raya Banyumanik, dan Jalan Ngesrep Timur.

Pembatasan

Sementara, sejumlah masyarakat berpendapat agar tetap dilakukan pembatasan dengan penutupan jalan pada waktu-waktu tertentu. 

Mereka merasa mulai terbiasa dengan penutupan jalan, sehingga mempengaruhi kebiasaan lama yang terbiasa dengan aktivitas berlebihan di luar rumah.

“Saya melihat masyarakat mulai terbiasa, kalau positif bisa jadi budaya baru. Sekarang masyarakat waktu malam bisa beraktivitas, olahraga seperti bersepeda. Asal tidak berlebihan, sehingga mengabaikan protokal kesehatan saya kira oke,” kata Mulyono (65 tahun), penghobi sepeda. 

Rani, warga lain, mengusulkan agar jalan-jalan tertentu yang sudah ditutup tidak dibuka 24 jam. Sehingga tetap ada pembatasan. Menurutnya, penutupan jalan punya efek yang bagus selama beberapa bulan ini. 

“Polusi berkurang, kita bisa fokus pada keluarga di rumah, dan tidak setiap hari harus bepergian. Kalau untuk aktivitas ekonomi, memang jalan itu penting," ucapnya. 

Ia merasa saat siang hari jalan tersebut bisa dibuka penuh, dengan pertimbangan tertentu. Namun, kalau malam juga harus ada pembatasan waktunya. Bisa ditutup kembali menyesuaikan,” kata karyawan swasta tersebut. (subagyo-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment