Ditemukan Cacing Hati di 73 Sapi
Dari hewan kurban di 423 titik di 16 kecamatan

By Redaksi SS 11 Agu 2019, 22:39:24 WIB Ragam
Ditemukan Cacing Hati di  73 Sapi

Keterangan Gambar : Petugas Dinas Peternakan dan Keswan Jateng saat memeriksa hati sapi hewan kurban.


Semarangsekarang.com - Dinas Peternakan dan Keswan Provinsi Jateng menemukan sapi yang terkena cacing hati  berjumlah 70 ekor di 423 titik lokasi di 16 kecamatan di Kota Semarang.

Pemantauan dan pengawasan hewan kurban dilakukan dibeberapa tempat yakni di Masjid Baiturahman Semarang serta Masjid Agung Jawa Tengah. Salah satu hasil temuan, adanya tempat penyembelihan yang masih kotor. 
Selain itu ditahun depan untuk hewan yang akan dikurbankan agar menetapkan hewan kurbannya dua bulan sebelumnya, kemudian dilakukan penyuntikan ke peternak agar hewan menjadi sehat. 

“Kami ingin sekali ketika orang sudah berkurban dagingnya mau dibagikan kepada masyarakat tentunya harus daging yang sehat, aman dan halal karena itulah yang ingin kita capai,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Keswan Provinsi Jateng Ir Lalu Muhammad Syafriadi MM.

Dari pantauan data yang diperoleh selama tiga tahun terakhir, yakni 2016 sampai 2018 menunjukkan kecenderungan penyakit cacing hati cenderung meningkat.
“Makanya kami memperbanyak tim tahun ini untuk melihat apakah memang cacing hati ini semakin meningkat di tahun ini. Karena data statistik menunjukkan mulai 2016 sampai 2018 mengalami kenaikan. Kemudian apakah 2019 naik lagi apa tidak dan kami ingin memastikan itu,” tambahnya. 

Selain itu juga diingatkan, untuk menyembelih hewan kurban itu harus dipastikan mati sempurna. 
“Jadi mati sempurna itu bisa dilihat dari reaksi pupil mata, tidak ada gerakan, darah tidak mengalir itu artinya hewan sudah mati sempurna. Karena ketika melakukan pemaksaan percepatan terkait dengan menguliti hewan tetapi tidak mengikuti kaidah itu maka akan berakibat hewan menjadi haram untuk dikonsumsi,” tambahnya.

Lalu juga menambahkan bahwa kaidah dalam penyembelihan itu harus  dilakukan dengan cara penyembelih yang cepat yang tentunya harus menggunakan pisau yang tajam dan titik yang pas dan betul. 
“Untuk memotong itu harus memotong empat titik yakni satu kerongkongan tenggorokan, dua nadi kiri kanan itu harus putus semua sehingga mati dengan sempurna,” imbuhnya.
Kasi Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Kota Semarang,  Adhityani mengatakan di masjid Baiturahman ditemukan dua cacing hati yang harus dibuang  selain itu juga ditemukan hati yang terlumuri darah sehingga tidak layak untuk dikonsumsi oleh masayarakat. 

Melibatkan 50 anggota

Sedang menurut Ketua Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jateng I, Theresia Anak Ekawati mengatakan untuk pemeriksaan hewan kurban sebelum dan sesudah pemotongan. Melibatkan 50 anggota dari cabang Jateng 1. 

Theresia menambahkan bahwa fungsi pemeriksaan PDHI itu agar daging maupun organ dalam dalam kondisi sehat dan bisa dikonsumsi masyarakat dengan benar. Walau sebenarnya untuk cacing hati itu tidak membahayakan tetapi tetap beresiko bagi manusia karena penyakit yang ditularkan hewan kepada manusia.

“Untuk hewan terutama Sapi yang terkena cacing hati itu secara fisk dapat dilihat hewannya kurus, dan dilihat dari matanya terlihat kotor dan diujung dalam mata itu ada kotoran dan penebalan. Kalau Paru, sapi terlihat kurus hidung tidak bersih dan mulut ngiler,” pungkasnya. (mnr-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment