DPRD Desak Pemkot Lakukan Terobosan PADS
Salahsatunya sistem parkir modern

By Redaksi SS 30 Jun 2020, 14:02:31 WIB Balaikota
DPRD Desak Pemkot Lakukan Terobosan PADS

Keterangan Gambar : Salah satu gedung parkir di jalan Pandanaran Kota Semarang. (dok: SS)


Semarangsekarang.com -  Pemerintah Kota Semarang diminta melakukan inovasi dan terobosan-terobosan sistem parkir modern untuk meningkatkan pendapatan parkir yang selama ini, hingga akhir Juni 2020 belum mencapai target yang diharapkan. 

"DPRD Kota Semarang mendorong Pemerintah Kota Semarang melakukan terobosan yang dapat meningkatkan pendapatan asli daerah sendiri (PADS)," demikian disampaikan oleh panitia khusus saat rapat paripurna Persetujuan Penetapan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Semarang 2019. 

Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman, mengatakan, pendapatan parkir di Kota Semarang sangat berpotensi.Tetapi, sejauh ini, pendapatan disektor parkir belum dapat mencapai maksimal.

"Sebenarnya ini bisa menjadi pendapatan yang top kalau pengelolaannya seperti kota/kabupaten lain. Mencari pendapatan dari parkir sebesar Rp 30 miliar sampai Rp 35 miliar itu, sebetulnya mudah bagi kota sebesar Semarang. Tapi kenapa tidak bisa diperoleh. Itulah yang kami cermati," kata Pilus, sapaan akrab Kadarlusman, Selasa (30/06/2020).

Dikatakan, Pemkot sebenarnya sudah menggodog sistem parkir berlangganan. Hanya saja, hingga saat ini, sistem parkir berlangganan belum dapat diterapkan.

Karena itu, lanjut Pilus, DPRD mendesak Pemkot melakukan inovasi dan terobosan-terobosan lain, apabila sistem parkir berlangganan tidak dapat diterapkan. Selaku wakil rakyat, pihaknya juga akan turut melakukan berembug terkait inovasi yang bisa diterapkan untuk sistem parkir di Kota Semarang. 

"Pendapatan parkir bila tidak bisa diterapkan, kami akan belajar dari kota-kota lain yang bisa menerapkannya. Kartu berlangganan parkir di sana bisa, kenapa di sini di kota Semarang, tidak bisa diterapkan? Kan eman-eman. Toh nanti,  peruntukannya juga ke warga lagi," ucap Pilus.

Selain pendapatan parkir, kata Pilus, Pemkot Semarang juga harus bisa mengoptimalkan penggunakan electronic tax (e-tax) yakni pembayaran pajak secara elektronik. Sebelumnya, e-tax sudah berjalan. Alat tersebut dipasang di hotel maupun restoran. Namun, hal ini belum maksimal lantaran alat e-tax belum dapat terpenuhi secara keseluruhan.

"E-tax yang dulu sudah disepakati bersama KPK, Bank Jateng akan membantu 1.000 e-tax. Dari awal diberikan 170. Akan dilengkapi tahun ini sampai 400. Sisanya, akan diselesaikan 2021. Alhamdulillah, sudah disepakati," katanya. 

Pilus berharap, kedepan penggunaan e-tax agar bisa semakin meningkatkan pendapatan asli daerah. Di sisi lain, pendapatan bisa langsung diketahui secara transparan.

Ada kenaikan dari 2018 ke 2019

Wakil Ketua Pansus Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APDB Kota Semarang, Anang Budi Utomo menambahkan, pendapatan daerah Kota Semarang pada 2019 lalu sebesar 94,6 persen dari target Rp 4,7 triliun. Dibanding realisasi tahun 2018, terdapat kenaikan sebesar Rp 330 miliar. 

Anang berharap, kenaikan pendapatan dari sektor parkir tersebut terus ditingkatkan dengan mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan daerah seperti pajak hotel dan restoran dengan e-tax, persewaan ruko dan perkantoran di GOR Tri Lomba Juang, retribusi parkir tepi jalan umum.

Sementara, anggaran belanja daerah 2019 lalu sebesar Rp 94,9 persen dari target yang ditetapkan yakni Rp 4,8 triliun. Belanja daerah pun mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya 

"Kenaikan tersebut harus dapat dimanfaatkan dengan baik terutama untuk penambahan program dan kegiatan yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat," papar Anang saat menyampaikan laporan pembahasan Raperda.

Di sisi lain, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, pihaknya akan meminta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang untuk berkomunikasi secara baik dengan Bank Jateng terkait penyediaan alat e-tax untuk pengusaha hotel, restoran, dan hiburan. Sedangkan terkait sistem parkir berlangganan, menurutnya, menjadi catatan serius Pemkot Semarang. 

"Parkir berlangganan di kota Semarang, menjadi catatan serius. Hal ini kalah jauh dari Medan, Surabaya, dan Bandung. Kepala Dinas Perhubungan sempat memunculkan ide tersebut. Kalau tidak mampu parkir berlangg. (subagyo-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment