Gaji Kecil Kalau Disyukuri Akan Cukup
Saptono, staf pengamanan MPR RI

By Redaksi SS 25 Apr 2018, 10:12:08 WIB Tokoh / Profil
Gaji Kecil Kalau Disyukuri Akan Cukup

Keterangan Gambar : Dalam bekerja Saptono memiliki prinsip yang harus senantiasa dipegang, yaitu harus jujur dan rajin.


Semarangsekarang.com--Terlahir sebagai kembar dua bersaudara dengan Surtini, Tono atau Saptono diberi kemampuan akademik yang sedikit lebih rendah dibanding adiknya. Semenjak duduk di bangku sekolah dasar di SD Negeri Panggisari  04 Mandiraja Banjarnegara, Tono selalu memerlukan pertolongan dari adiknya. Ia sering meminta bantuan untuk belajar, mengerjakan PR atau tugas-tugas yang lain. 

Kalah dibidang akademik, bukan berarti kiamat bagi pria kelahiran  Banjarnegara 11 september 1986 ini. Sebagai anak laki-laki, Tono memiliki kelebihan fisik dibanding Tini. Kelebihan ini tampak betul, salah satunya melalui olah raga bulutangkis. 

“Saya sempat menjadi juara bulutangkis SD tingkat kecamatan. Sayang saat menginjak remaja, saya tidak bisa melanjutkan latihan, karena saat itu bulutangkis terasa olahraga yang mahal bagi keluarga kami,” kata Tono menambahkan. 

Meski tidak lagi berlatih secara intensif, Tono kerap menjadi andalan di kampungnya. Ia selalu diunggulkan menjadi pendulang angka bagi team Desa panggisari disetiap pertandingan persahabatan, ataupun kompetisi antar kampung. Kondisi tersebut sangat menyenangkan bagi Tono, karena ia akan mendapat uang dan makanan enak, setiap kali menyumbangkan angka dan menuai kemenangan bagi teamnya.  

“Selain bulutangkis saya juga ikut membuat bata merah. Profesi ini saya tekuni sembari sekolah, sampai akhirnya saya merantau ke Jakarta setelah lulus SLTA,” kata Tono menambahkan. 

Hanya berbekal ijazah SMA, anak  dari pasangan Amin Rosyadi dan Rohani, harus rela mendapat berbagai pekerjaan kasar. Mulai dari kerja di rumah makan, jaga toko pakaian, kuli bangunan, hingga pemelihara ikan cupang. Pekerjaan itu dia lakukan selama tiga tahun, medio 2006-2009.  Pada 2010, ia menjadi cleaning di gedung MPR RI. Sebelum akhirnya mendapat kesempatan untuk menjadi staf pengamanan di MPR. 

“Di sela waktu jadi cleaning, saya punya kesempatan bermain bulutangkis. Disitu saya mengenal banyak orang, sehingga mendapat bantuan menjadi tenaga pengamanan MPR,” kata alumni SMK HKTI 2 Purworejo Klampok Banjarnegara, jurusan otomotif. 

Selama di Jakarta, kata Tono patokannya dalam bekerja hanya dua, yaitu jujur dan rajin. Patokan itu masih dipertahankannya hingga kini.  

Meski ada plus minusnya, Tono mensyukuri benar pekerjaannya sebagai staf pengamanan di MPR. Karena bekerja di MPR membuatnya berkesempatan dekat dengan orang-orang penting. Dan bisa berfoto bersama dengan mereka. Sedangkan kalau masalah gaji, semua tinggal orangnya. 

“Banyak orang memiliki gaji besar tapi masih merasa kurang. Sedangkan mereka yang bergaji kecil, ternyata malah merasa cukup,” kata Tono lagi. 

Anton berharap akan terus bekerja sebaik mungkin. Ia yakin apapun pekerjaannya jika dilakukan dengan baik akan mendapat ganjaran setimpal. Meski begitu, ia juga berharap, satu hari nanti bisa memiliki bisnis catering. Seperti yang menjadi cita-citanya bersama sang Istri. Atau memelihara ayam Bangkok, seperti yang dia lakukan saat kecil. (mbd-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment