Haedar Nashir: Gedung UMPP Harus Megah
Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan segera lahir

By Redaksi SS 23 Sep 2018, 20:29:52 WIB Pendidikan
Haedar Nashir: Gedung UMPP Harus  Megah

Keterangan Gambar : Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir (berkacamata) didampingi Bupati Pekalongan Asip Kholbi saat memberi keterangan pers usai prosesi peletakan batu pertama pembangunan Kampus Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP). Gambar kanan, gedung rancangan Kampus UMPP yang berrsitektur modern dan megah.


Semarangsekarang.com--Tak lama lagi, masyarakat Pekalongan pada khususnya dan Muhammadiyah pada umumnya akan segera memiliki Kampus baru. Kemungkinan tersebut makin nyata, setelah Sabtu (22/9/2018), Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir memimpin prosesi peletakan batu pertama pembangunan  Kampus Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) yang beralamat di Jalan Pekajangan Pekalongan. 

Pada kesempatan tersebut, Haedar Nasir tak sungkan-sungkan untuk memuji rancangan arsitektur gedung yang berdekatan dengan Kampus Stikes, Pekajangan tersebut. Menurutnya, rancang bangun gedung UMPP, terlihat megah ditambah  dengan bentuk arsitektur modern. 

Dengan penuh harap Haedar bahkan meminta  warna lambang matahari pada desain gedung dibuat lebih lebih keemasan, sehingga tampak makin bagus.  Ia juga meminta makna filsofi 17 pilar perlambang 17 rakat bisa dimaknai juga sebagai 17 Ramadhan yang merupakan waktu turunnya Al-Qur’an.

“Filosofinya kalau 17 pilar bukan hanya 17 rakaat. Tapi kalau dilihat buku sebagai jendela dunia maka filosofinya adalah iqra’. Buku adalah simbol dari literasi dan iqra’ dan Allah menurunkan ayat pertama iqra’. Iqra adalah kunci peradaban,” kata  Haedar Nasir menambahkan.

Tak lupa, Haedar menyampaikan apresiasi kepada Bupati Pekalongan Asip Kholbi yang telah tulus membantu Muhmmadiyah.

“Kita semua berita, semua harus bersatu dan tidak boleh berpecah. Boleh beda tapi perbedaan itu adalah warna. NU, Persis Al Irsyad, semua bersaudara. Perbedaan itu sudah fiil madi. Sementara fiil mudhare’nya adalah membangun peradaban,” tegasnya.

Haedar menyampaikan, Pekajangan adalah simbol spirit bagi Muhammadiyah karena di Pekajangan Muhammadiyah telah berdiri sejak tahun 1922. Bahkan sebelum berdiri PDM-PDM di Pelakolangan, Muhammadiyah Cabang Pekajangan telah berdiri. Muhammdiyah di Pekajangan dalam sejarahnya, menurut Haedar, memiliki kontribusi besar bagi Muslim di Pekalongan.

“Gedung utama UMPP yang akan berdiri di tanah seluas 20 hektar nanti harus lebih megah lagi. Kalau belum ada dana ya sudah, yang penting batunya dulu diletakkan, ini spirit. Banyak mimpi besar dibangun dari kegilaan,” ujar Haedar disambut tawa hadirin.

Menurut Haedar  banyak  peradaban-peradan luar negeri dibangun berdasar mimpi-mimpi yang besar. Haedar juga bercerita bahwa Mummamdiyah telah memiliki 117 perguruan tinggi yang semuanya dibangun secara mandiri.

“Ini semua karena kami menyerap tajdid dari Kiai Ahmad Dahlan. Kiai Dahlan yang memperkenalkan agama sebagai dinul amal. Maka, lahirlah rumah sakit yang terinspirasi dari Surat Al Maun,” kata Haedar lagi.(mbd-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment