Hendi: Harga Telur Ayam akan Kembali Normal

By Redaksi SS 25 Jul 2018, 14:45:31 WIB Semarangan
Hendi: Harga Telur  Ayam akan Kembali Normal

Keterangan Gambar : Walikota Semarang, Hendrar Prihadi (Hendi) ketika berbincang dengan salah satu pedagang daging ayam, ketika mengunjungi Pasar Prembaen Semarang. Hendi yakin harga daging dan telur ayam akan kembali stabil


Semarangsekarang.com--Meroketnya harga telur ayam di pasaran di Indonesia sempat menimpulkan permasalahan. Pasalnya harga telur ayam yang sempat mencapai angka Rp 26.000 hingga Rp 28.000, sementara untuk daging ayam ada di kisaran Rp 40.000 bisa berdampak pada harga-harga lain. Terutama beberapa jenis olahan makanan yang berbahan baku telur dan daging ayam. 

Tingginya harga telur di Kota Semarang yang tinggi ini juga mendapat perhatian serius Walikota Semarang, Hendrar Prihadi. Dia mengaku terus memantau harga tersebut dipasaran, dan Hendi juga berusaha membuat harga telur kembali stabil di harga normal pasaran.

"Harga ayam dan telur walaupun masih tinggi tapi sudah berangsur turun, saya cek hari ini untuk telur ada di angka 26 ribu per kilogram, dan kalau ayam ada di angka 40 ribu per kilogram, akan dipantau terus pergerakan harganya setiap hari", tutur Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi (Hendi) saat di Pasar Prembaen, Rabu (25/7/2018/) pagi.

Wali Kota Semarang tersebut secara khusus menyempatkan diri mengunjungi sejumlah pasar sebelum dirinya berangkat ke kantor. Salah satu yang dikunjunginya adalah di Pasar Prembaen yang terletak di Jalan Depok tak jauh dari kantornya di Jalan Pemuda, Kota Semarang. Di tempat itu Hendi sempat berdialog dengan sejumlah pedagang dan pembeli untuk memastikan pergerakan harga ayam dan telur sampai saat itu.

Kartika salah satu ibu rumah tangga yang biasa berbelanja di Pasar Prembaen, pagi itu mengatakan jika untuk harga ayam dan telur memang dirasanya masih tinggi, tapi dirinya bersyukur karena pergerakannya sudah mulai turun.

"Ya Alhamdulillah sudah mulai turun, harapannya sih bisa cepat stabil, sementara ini kita tidak banyak konsumsi daging dan telor ayam dulu. Untuk menyiasatinya ya ganti masak tahu tempe dulu, nanti kalau sudah stabil baru masak ayam lagi", jelas salah satu pembeli di pasar tersebut.

Hendi sendiri meyakinkan jika pemerintah tidak berpangku tangan dalam menghadapi fenomena kenaikan harga ayam dan telur di pasaran. "Kita pantau sejak dua minggu yang lalu secara langsung maupun melalui sistem harga komoditi yang kami miliki", tegas Hendi. "Memang grafik harganya hari ke hari masih fluktuatif, tapi kita sudah dapat kepastian kalau pasokannya cukup sehingga saya yakin sebentar lagi akan stabil", lanjutnya.

Wali Kota Semarang tersebut menjelaskan jika sesuai data aplikasi sistem harga komoditi yang digunakan oleh Pemerintah Kota Semarang, harga ayam sudah sempat mengalami penurunan dari Rp 38.400,- / Kg pada tanggal 12 Juli 2018 menjadi Rp 36.400,- / Kg pada tanggal 20 Juli 2018. Namun pada minggu ini harga ayam tersebut kembali naik hingga menyentuh angka lebih dari Rp 40.000- /Kg.

Sedangkan untuk telur ayam, masih sesuai data aplikasi sistem harga komoditi yang digunakan oleh Pemerintah Kota Semarang, tercatat puncak kenaikan harga sudah terlewati dan di minggu ini berangsur-angsur turun. Dalam catatan Hendi, pada tanggal 11 Juli 2018 harga telur ayam memang sempat menyentuh angka Rp 28.000,- / Kg, namun dalam minggu ini sudah mulai bisa dikendalikan hingga kurang dari Rp 26.000 / Kg.

Dalam dialognya dengan sejumlah pembeli di Pasar Prembaen, Hendi mengharapkan agar seluruh masyarakat Kota Semarang dapat bergerak bersama untuk mengatasi permasalahan tersebut. "Saya tentunya mengharapkan masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam mengendalikan harga ayam dan telur ini, salah satunya dengan sementara beralih ke bahan makanan lain untuk mencukupi asupan protein, misalnya seperti ikan, tempe, tahun, dan seterusnya", himbau Hendi.

Dirinya meyakini dengan permintaan pembeli yang tidak banyak, maka harga ayam dan telur dapat lebih mudah dikendalikan. (mnr-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment