Hendi Mengenalkan Inovasi Bilik Uji Swab
Minimalkan limbah medis

By Redaksi SS 10 Jun 2020, 19:17:57 WIB Semarangan
Hendi Mengenalkan Inovasi Bilik Uji Swab

Keterangan Gambar : Hendrar Prihadi, Walikota Semarang (kanan), saat menunjukan Covid Swab Booth atau bilik uji swab. Inovasi yang diyakini lebih bisa meminimalkan limbah medis. (foto: subagyo)


Semarangsekarang.com - Pemerintah Kota Semarang terus melakukan berbagai inovasi dalam memutus mata rantai persebaran Covid-19. Salah satunya melalui RSUD KRMT Wongsonegoro, Pemerintah Kota Semarang menyediakan bilik uji swab atau yang disebut Covid Swab Booth

Saat ini covid swab booth pun ditempatkan di Kantor Diklat Kota Semarang, yang saat ini telah berubah menjadi tempat karantina bagi para penderita Covid-19 di Kota Semarang.

Menurut Wali kota Semarang, Hendrar Prihadi, keberadaan swab booth ini, begitu sangat membantu petugas medis untuk lebih aman saat memeriksa banyak orang di tempat yang terbuka. 

"Melalui bilik tes swab, diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengujian, kenyamanan, serta keamanan petugas, dan juga pasien itu sendiri. Sebab menggunakan bilik seperti ini dapat menghemat waktu pengambilan sample, serta mengurangi limbah medis," ujar Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang, Rabu (10/06/2020).

Hendi mengatakan, bilik swab dapat berfungsi secara maksimal, kemudian diperbanyak, diharapkan akan menghemat penggunaan APD (Alat Pelengkap Diri) terutama yang biasanya digunakan untuk pengambilan sample saat melakukan test swab. 

Inovasi dalam pelayanan test Covid-19 tersebut dianggap penting oleh Hendi, sebab dengan masifnya test secara massal yang dilakukan di Kota Semarang, kebutuhan APD diagnosis Covid-19 pun juga meningkat.

“Semoga berfungsi secara maksimal, dan ke depannya banyak tersedia Covid Swab Booth seperti ini di kota Semarang, sehingga kita dapat dengan cepat memetakan persebaran virus Covid-19 ini," kata Hendi dengan penuh harap.

Bilik di desain khusus

Sementara itu, Direktur Utama RSUD KRMT Wongsonegoro, dr Susi Herawati optimis jika adanya swab booth  mampu meningkatkan penanganan Covid-19 menjadi lebih baik. 

"Penyedia perawatan kesehatan tidak membutuhkan peralatan pelindung pribadi karena mereka berdiri di dalam bilik dan mengambil sampel dari pasien yang menggunakan sarung tangan yang menonjol keluar,” kata Susi.

Susi mengatakan, Terbatasnya Alat Pelindung Diri (APD) bagi para tenaga medis di rumah sakit, menjadi salah satu alasan menginisiasi bilik tes swab. 

Bilik ini merupakan bilik sampling Covid-19 untuk mengambil uji swab bagi masyarakat yang terduga terpapar virus corona, dan didesain khusus agar petugas pengambil sampel terlindungi dari paparan virus melalui droplet.

"Saat ini Swab booth yang sudah ada juga digunakan untuk melayani masyarakat umum yang telah memenuhi persyaratan untuk dapat memanfaatkannya," tambahnya.(subagyo-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment