Hendi Resmikan Pasar Sehat di Tengah Pandemi

By Redaksi SS 28 Jun 2020, 17:29:36 WIB Semarangan
Hendi Resmikan Pasar Sehat di Tengah Pandemi

Keterangan Gambar : Wali kota Semarang Hendrar Prihadi menyusuri lorong pasar sehat di Pedurungan usai diresmikan, Minggu (28/06/2020). (foto: subagyo)


Semarangsekarang.com - Walikota Semarang, Hendrar Prihadi meyakini bahwa, warga Ibu Kota Jawa Tengah dapat semakin bijak dalam menghadapi persoalan tekanan pandemi Covid-19. 

Salah satunya,  memahami tren statistik Covod-19 di Kota Semarang, dimana pada saat ini walaupun angka positif terkonfirmasi tercatat sebanyak 612 orang, namun di sisi lain juga dicatatkan angka kesembuhan yang tinggi, yaitu sebanyak 672 orang, dari total kasus yang ada. 

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang akrab disapa Hendi itu, menekankan saat menghadiri kegiatan pembukaan Pasar Sehat Semarang Hebat, di Pedurungan dan kawasan bundaran perumahan Tulus Harapan, Minggu (28/06/2020). 

Dikatakan, pandemi Covid-19 seperti pertandingan maraton, dengan fakta bahwa vaksin belum ditemukan, maka, masyarakat harus beradaptasi untuk dapat menjalankna aktifitasnya.

"Virus Corona menimbulkan kekhawatiran dan kewaspadaan, namun kita harus semakin bijak menyikapinya. Maka aktivitas bisa berjalan, tetapi wajib dan harus disiplin menjalankan SOP kesehatan," ungkap Hendi yang pada kesempatan itu hadir bersama jajaran BRI, Pertiwi, Denpom, serta Forum Kota Sehat. 

Menurut Hendi, Kota Semarang menerapkan PKM (Pembatasan Kegiatan Masyarakat), untuk secara bertahap mendorong berjalannya sejumlah penyesuaian dalam beraktifitas, dengan mempertimbangkan protokol kesehatan," tambahnya.

Lebih lanjut, Wali Kota Semarang tersebut mengungkapkan, dengan sejumlah penyesuaian aktifitas yang didorong pada masa pandemi saat ini, roda perekonomian di Kota Semarang juga diharapkan dapat tetap berjalan. 

"Ibu-ibu boleh berbelanja, berjualan tetapi harus pakai masker atau face shield. Kalau kemarin ada yang mengeluh, pakai masker sesak, ini sudah disediakan face shield harus dipakai. Kalau ada yang tidak pakai masker atau face shield tegur dan jangan dilayani," tegas Hendi.

Dicontohkannya, protokol pemakaian sarung tangan sebagai hal penting saat memilih buah, sayur dan barang belanjaan. Hal ini dimaksudkan untuk memutus mata rantai persebaran Covid-19. 

Berbagai protokol standar kesehatan ini, diharapkan dapat dipatuhi bersama sehingga membuat seluruh pengunjung, pedagang dan konsumen yakin serta mantab berbelanja tanpa khawatir di area pasar sebagai klaster berbahaya. 

Tak hanya itu saja,  Hendi juga mengupayakan berjalannya sistem pembayaran cashless pada pasar rakyat di Kota Semarang.

Tidak khawatir

Di sisi lain, dirinya juga meminta warga Kota Semarang untuk tidak khawatir jika bertemu petugas tes massal Covid-19. Upaya pengetesan massal di berbagai tempat di Kota Semarang ini dilakukan sebagai upaya untuk mengetahui sejauh mana sebaran virus tersebut.

"Jika semakin cepat diketahui, akan semakin baik penanganan serta pencegahannya. Karenanya jangan takut atau malah sembunyi-sembunyi yang menyebabkan susah dideteksi," punkgas Hendi.

Sebelumnya, sembilan dari total 37 pasar tradisional pernah ditutup oleh Pemerintah kota Semarang karena adanya temuan positif Covid-19 saat diadakan tes massal. 

Penutupan kegiatan di pasar selama 3 hari untuk proses disinfektan dan sterilisasi juga telah dilakukan, untuk selanjutnya pasar tersebut dapat beroperasi kembali. (subagyo-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment