Hendi Tak Ingin Tutup Lokalisasi Hanya Seremonial

By Redaksi SS 09 Agu 2018, 19:16:38 WIB Semarangan
Hendi Tak Ingin Tutup Lokalisasi Hanya Seremonial

Keterangan Gambar : Resosialisasi Argorejo di Kota Semarang atau yang biasa dikenal dengan sebutan Lokalisasi Sunan Kuning masuk dalam daftar ditutup, sebagai kebijakan Kemensos RI.


Semarangsekarang.com--Kementerian Sosial telah mengeluarkan kebijakan 'Indonesia Bebas Lokalisasi Prostitusi Pada 2019' diaharpkan seluruh pejabat pengambil keputusan di daerah bisa aktif terlibat untuk mendukung target tersebut. Saat ini terdapat 43 lokalisasi, diharapkan bisa tutup selambat-lambatnya di 2019. Salah satunyanya, Resosialisasi Argorejo di Kota Semarang atau yang biasa dikenal dengan sebutan Lokalisasi Sunan Kuning.

Terkait hal tersebut, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengungkapkan tak ingin penutupan lokalisasi kemudian hanya menjadi sebuah ajang seremonial saja. Menurut Wali Kota Semarang yang biasa diakrab Hendi itu tidak dapat dipungkiri bila dalam upaya penutupan lokalisasi tersebut banyak aspek yang dipertimbangkan dan harus ditangani secara komprehensif.

"Jika berkaca pada kebijakan Kementrian Sosial bahwa lokalisasi sudah harus dihapus dari Indonesia di 2019, maka Kota Semarang juga harus mengikutinya. Namun penutupan itu jangan cuma sebagai seremoni saja, yang kemudian setelahnya para pelaku prostitusi justru berpotensi melakukan aktifitas serupa ditempat-tempat lain,” tegas Wali Kota Semarang yang juga politis PDI Perjuangan tersebut. 

“Sangat tidak elok memang jika dalam sebuah kota ada aktifitas prostitusi di dalamnya. tapi kita ini tidak bisa serta merta menutup karena di sana banyak persoalan ekonomi,” pungkas Hendi saat melakukan diskusi terkait rencana tindak lanjut Resos Argorejo di Hotel Grasia, Semarang, Kamis (9/8/2018).

Lebih lanjut Hendi mengatakan jika nantinya akan dilakukan penutupan, dirinya meminta agar dipastikan bahwa para pelaku prostitusi itu sudah siap dan terampil untuk melakukan aktifitas lain yang positif. Tak hanya itu, pasca penutupan pun Hendi meminta agar segera disusun perencanaan yang matang untuk dapat segera merubah kawasan bekas lokalisasi tersebut nantinya agar menjadi trademark baru Kota Semarang dengan citra yang lebih positif.

“Intinya ini harus komprehensif dan menjadi tanggung jawab bersama, baik yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung,” tutupnya.

Dalam diskusi tersebut, Hendi menggandeng berbagai pihak, antara lain pendamping WPS Sunan Kuning, Yayasan Kalandara, KPA Kota Semarang, Yayasan Lentera Asa, Sokoguru Foundation, Forum Kota Sehat, Komisi Penanggulangan AIDS, SSR Aiisyiyah Kota Semarang, LBH Apik, LO IAC Semarang, Semarang Gaya Community, Komunitas Odha Ohidha Semarang, Kodim 0733 BS Kota Semarang, Polrestabes Semarang, Kementrian Agama, Kejaksaan Negeri, Pengurus Kompleks Sunan Kuning, serta sejumlah perwakilan Perguruan Tinggi di Kota Semarang. (mnr-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment