iJus Melon Masuk Catatan Leprid
UMKM Berizin Terbanyak 16.597 sejak tahun 2015

By Redaksi SS 26 Agu 2019, 13:12:32 WIB Semarangan
iJus Melon Masuk Catatan Leprid

Keterangan Gambar : Penyerahan penghargaan rekor Leprid kepada Walikota Semarang, Hendrar Prihadi, sebagai UMKM Berijin Terbanyak yakni 16.597 sejak tahun 2015.


Semarangsekarang.com - Kota Semarang lembali menorehkan catatan penting dalam pengembangan usaha kemasyarakatan, sehingga tak berlebihan bila Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid) menganugerahkan penghargaan kepada Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi sebagai Pembina UMKM Berizin Terbanyak 16.597 sejak tahun 2015.

Penghargaan diberikan oleh Ketua Umum dan Pendiri Leprid, Paulus Pangka kepada Wali Kota Hendrar Prihadi dan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang pada acara penutupan event Semarang Introducting Market 2019 di Jalan Bojong Salaman, Banjir Kanal Barat (BKB), Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (24/8/2019) malam.

Menurut Paulus Pangka, penghargaan diberikan karena Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang sejak dibawah kepemimpinan Hendrar Prihadi telah berhasil membina pemberdayaan UMKM di Kota Semarang.
“Salah satu program yang dicanangkan beliau adalah iJus Melon yang telah mendapatkan penghargaan dari Presiden Joko Widodo sebagai 40 inovasi terbaik di Indonesia tahun 2017,” sebutnya.

Inovasi tersebut merupakan singkatan dari Ijin Usaha Mikro Melalui Online (iJus Melon). “Ini merupakan program pencatatan ijin usaha mikro dan kecil yang memberikan kemanfaatan bagi UMKM yang terdaftar usahanya. Berkat program ini, Wali Kota Semarang berhasil membina 16.597 UMKM dan pastinya akan terus berkembang,” ujarnya.

Dalam beberapa kesempatan, Wali Kota menyampaikan bahwa program iJus Melon ini bisa memicu total omzet pelaku usaha kecil di Kota Semarang dan juga berpengaruh pada penyerapan jumlah tenaga kerja.
Menurutnya, dengan inovasi aplikasi iJus Melon, pelaku usaha mikro di Kota Semarang bisa cepat mendapatkan legalitas usaha, hanya 4 menit.

“Legalitas itu bisa menjembatani pengusaha kecil mendapatkan instrumen bantuan seperti modal dan pendampingan. Cepatnya pengurusan legalitas karena adanya pemangkasan jalur birokrasi karena sistemnya online,” ujarnya.
tidak lupa penutupan event Semarang Introducting Market 2019  dimeriahkan musik lokal dan Nobar Bola PSIS  melawan Madura United dan Gratis Kopi dengan cara menukarkan plastik bekas sebagai upaya pemerintah dalam mengurai sampah plastik (faf-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment