Jafri Sastra Jawab Keraguan dengan Bukti
Torehan penting PSIS di Liga 1 2018 (bagian 2-Habis)

By Redaksi SS 12 Des 2018, 09:56:31 WIB Olahraga
Jafri Sastra Jawab Keraguan dengan Bukti

Keterangan Gambar : Jari Sastra (pelatih Kepala PSIS), Dwi Setiawan (asisten pelatih) dan Budi Kurnia (pelatih fisik), tim pelatih yang benar-benar mampu membuat perbedaan di tubuh PSIS, sehingga bisa berada di 10 Besar Klasemen Liga 1 tahun 2018. (dok: psisfcofficial)


Semarangsekarang.com--Pontang-panting, tutup mata tutup telinga, barangkali itu yang sempat dilakukan barisan manajemen PSIS Semarang ketika diawal-awal musim hingga pertengahan musim. Tatkala banyak kritikan "tajam" dialamatkan kepada para pemain maupun jajaran manajamen.

Atau masih ada beberapa pihak yang menganggap kinerja manajemen dan tim pelatih dipandang sebelah mata. Belum lagi pesimisme banyak orang dengan komentar-komentar miring. Masih ditambah adanya itu hembusan isu tentang tuduhan pengaturan juga sempat menerpa kubu manajemen PSIS. Ternyata tak lantas membuat orang-orang yang "bekerja" untuk PSIS nglokro.

Semua itu tak lepas dari hasil buruk diawal kompetisi hingga pertandingan pekan 13 Liga 1, sehingga membuat pihak-pihak yang hendak membangun kebangkitan PSIS terus tertekan dan ditekan. Apalagi PSIS Semarang harus menjadi langganan zona merah. Peringkat 16, 17 dan 18 menjadi tempat tetap bagi Hari Nur Yulianto dkk.

Nada minor tak berhenti disitu. Ketika manajemen PSIS menggantikan Vincenzo dengan Jafri Sastra dianggap keputusan yang spekulatif dan kontroversial oleh beberapa pihak. Namun manajemen tetap so must go on (jalan terus dengan rencananya). Kala itu Jafri Sastra dipandang tak bakal membuat revolusi kebangkitan sepakbola di PSIS.

Namun meski dipandang sebelah mata, semua  itu dijawab oleh Jafri Sastra dengan hasil yang luar biasa. Jafri dan manajemen tak perlu ngomong banyak untuk memberi pembelaan. Biarlah hasil dilapangan yang berbicara. Terbukti, untuk menjadikan PSIS keluar dari zona degradasi, perlahan namun pasti telah dicapai semenjak tangan dingin Jafri Sastra membesut Hari Nur Yulianto dkk.

Bisa dibilang Jafri adalah memeiliki "strategi ajaib" karena senantiasa menerapkan gaya bermain dan pemilihan pemain yang tepat saat menghadapi lawan-lawannya. Terbukti pada putaran kedua usai menundukkan tuan rumah PSMS Medan, performa PSIS betul-betul meningkat grafiknya. Menjadi kesebelasan yang menakutkan tatkala menjadi tuan rumah. Itu semua dicetak oleh Jafri Sastra sat menjadi pelatih kepala di PSIS, semua  laga  home benar-benar disapu bersih. Bukan hanya itu, ditangan Jafri Sastra juga Bruno Silva disulap menjadi “monster goal” yang berbahaya bagi gawang lawan. 16 gol sebagai bukti kehebatan pemain asal Barzil tersebut.

Dari 14 laga yang ditangani seorang Jafri Sastra, dia sukses mencatatkan 8 kali kemenangan 2 seri dan 4 kalah. Selain delapan kemenangan yang merupakan hasil sapu bersih di Stadion Moch Soebroto, anak asuh Jafri Sastra juga berhasil menang dua kali laga away, yakni ketika di Stadion Teladan Medan melawan PSMS Medan (3-2) dan di Stadion Sultan Agung Bantul tundukan PS Tira (1-0).

Tercatat total 26 poin dari 14 laga dibukukan oleh Jafri Sastra untuk menyelamatkan PSIS dari ancaman degradasi yang menjadi momok bagi manajemen, pemain dan tentunya suporter. Capaian ini lebih spektakuler daripada saat PSIS ditangani pelatih asal Italia, Vincenzo. Yang mengumpulkan 20 angka dari 20 pertandingan.

Layak dipertahankan

Kini, usai Jafri Sastra mendapat kepercayaan perpanjangan kontrak oleh manajemen untuk menghadapi Liga 1 musim 2019, pelatih yang juga penah menangani Persipura dan Mitra Kukar ini ditantang untuk membawa PSIS ke target yang lebih tinggi di musim depan. Perpanjangan kontrak bagi Jafri merupakan cara tepat manajemen, dengan demikian Jafri  bisa melihat sisi-sisi yang perlu di tambal saat melakoni laga Liga 1 tahun 2019.

Yoyok Sukawi sendiri sebagai CEO berharapa pada musim depan menargetkan masuk 8 Besar . Menurutnya hal itu bukan hal yang mustahil bila melihat prestasi PSIS pada Liga 1 tahun 2018 ini bila sejak sekarang sudah disusun skuad dan bidikan pemain yang tepat.

Dalam instagram-nya Yoyok mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang selalu optimis dengan perjalan PSIS di musim 2018 lalu dan siap menatap Liga 1 season 2019 dengan lebih baik,

 “Akhir musim, PSIS berada pd peringkat 10, lebih baik dr target awal lolos degradasi, kita berada diatas tim bertabur bintang Bali United. Terima kasih, Panser Biru, Snex, warga Semarang, warga Magelang, warga Jawa Tengah, manajemen, pelatih,keluarga besar PSIS semarang, istriku, ayah, ibu dan anak2ku Terima kasih juga buat haters, tkg bully & tkg maido  (ig. A.S Sukawijaya Yoyok Sukawi). Tetap semangat mas Yoyok, Ayo Panser Biru, ayo Snex, kalian adalah nyawa PSIS. Kita pasti bisa. PSIS Pasti Hebat. (Aria Furisan-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment