Jafri Sastra Jawab Keraguan dengan Prestasi PSIS
Baru tangani PSIS di 6 laga Liga 1

By Redaksi SS 19 Okt 2018, 11:09:21 WIB Olahraga
Jafri Sastra Jawab Keraguan dengan Prestasi PSIS

Keterangan Gambar : Jafri Sastra (kaos hitam/dua dari kanan), bersalaman dengan I Putu Gede. Saat pre macht PSIS vs Perseru Serui beberapa waktu lalu di Stadion Moch Soebroto Magelang. (dok: psisfcofficial)


Semarangsekarang.com--Awal kedatangan Jafri Sastra di tim PSIS Semarang pada akhir Agustus 2018 lalu, untuk menggantikan Vincenzo Alberto Annese sempat dipandang sebelah mata beberapa. Mengingat saat itu PSIS yang dilatih pelatih dengan kaliber lisensi UEFA Pro saja tak bisa berkutik saat melawan tim-tim yang berkiprah di Liga 1 Indonesia.

Buktinya saat diarsiteki sang allenatore asal Italia tersebut posisi PSIS Semarang terus terusan terpuruk di zona degadasi, bahkan hingga pekan ke 20 Bruno Silva dan kawan-kawan kerap menjadi langganan juru kunci alias di posisi 18.

Alasan kualitas pemain PSIS yang ada dianggap kambing hitam, sehingga posisi kesebelasan ibu kota Semarang berjuluk Laskar Mahesa Jenar ini menjadi langganan zona merah. Para pemain dianggap belum mampu memainkan pola yang diharapkan Vincenzo.

Namun kini semua telah terjawab, setidaknya hingga minggu ke-26 Liga 1 tahun 2018 ini, para pemain PSIS Semarang dibawah kerja keras pelatih bertangan dingin, Jafri Sastra mampu menyodok di papan tengah atau posisi sepuluh dengan torehan 33 angka, sesuai table klasemen  hingga Kamis (18/10/2018).

Dengan gaya kepelatihan yang penuh disiplin dan tegas Jafri Sasta akhirnya menjawab semua keraguan beberapa pihak. Memang style pelatih kelahiran Payakumbuh 23 Maei 1965 ini cukup keras dan memprioritaskan kedisplinan, namun suasana kekeluargaan tetap di bangun oleh pelatih pemegang lisensi kepelatihan A AFC tersebut. Sehingga memudahkan dirinya untuk bertinteraksi dengan suasana psikologis yang nyaman, terutama untuk para pemain PSIS.

Jika dilihat latar belakang para pemain PSIS era Vincenzo dan yang sekarang ditangani Jafri Sastra nyaris tidak ada bedanya. Namun soal prestasi yang diperoleh saat ini sangat jauh berbeda. Seolah pelatih yang pernah menangani Semen Padang, Mitra Kukar, Persipura dan Persis Solo ini mampu mengelola motivasi dan memompa semangat para pemain PSIS yang rata-rata memang masih berusia muda.

Debut laga tandang

Debut kepelatian pelatih berusia 53 tahun ini diawaali ketika melawat ke kandang PSMS Medan, pertandingan ini merupakan awal pembuktian Jafri Sastra dengan membawa kemenangan pertama kalinya di laga tandang dengan mengalahkan tuan rumah 3-2 yang kala itu juga disaksikan Ketua Umum PSSI yang juga Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi.

Laga keduanya menangani PSIS, timnya juga menorehkan tiga angka penuh saat menjamu Perseru Seui dengan skor menyakinkan 4-2. Sayang pada laga berikutnya melawan Persija Jakarta kalah dengan angka tipis 1-0.

Sementara tiga laga terakhir dibawah strategi permainan yang berbeda saat menghadi lawan-lawannya, PSIS berhasil mengumpulkan tujuh poin dari dua partai tandang dan satu laga kandang. Laga kandang di Moch Soebroto sukses menaklukan Barito Putra 1-0 (13/10/2018). Sedang laga tandang dibukukan saat menahan 1-1 tuan rumah Persela Lamongan di Stadion Surajaya (05/10/2018) dan meraih tiga angka penuh usai membekap PS Tira 0-1 (17/10/2018) saat bertandang di Stadion Sultan Agung Bantul.

Secara statistik PSIS Semarang dibawah Jafri Sastra selama 6 kali bertanding sudah membukukan 10 gol kemasuan 6 gol, mengumpulkan 13 poin dari 4 laga tandang dan 2 pertandingan kandang.

Selanjutnya tren positif ini akan tetap berlanjut saat menjamu Sriwijaya FC pada Selasa (23/10/2018) dan bertandang ke Mitra Kukar Minggu (28/10/2018). "Terus semangat coach Jafri, bawa PSIS berprestasi dan terhindar dari degradasi". #2019PSISTETAPDILIGA1. (faf-SS)   

   




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment