Jalan Sehat Warga NU di Bawah Guyuran Hujan

By Redaksi SS 25 Mar 2019, 09:27:43 WIB Semarangan
Jalan Sehat Warga NU di Bawah Guyuran Hujan

Keterangan Gambar : Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj didampingi Walikota Hendar Prihadi dan Wakil Walikota Semarang Heaverita, ketika melepas peserta jalan sehat sebagai puncak acara Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-96 NU di Kota Semarang yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang, Minggu (24/3/2019).


Semarangsekarang.com-Jalan sehat sebagai puncak acara Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-96 NU di Kota Semarang yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang, Minggu (24/3/2019).

Jalan sehat dilepas oleh Kiai Said mulai sekitar pukul 07.00 WIB dengan diikuti puluhan ribu warga NU Kota Semarang. Mereka antusias menghijaukan ibu kota Jawa Tengah ini dengan di bawah guyuran air hujan cukup deras. 

Terdapat dooprise empat paket umroh, sepeda motor, sepeda gunung, kulkas, beras, minyak goreng dan lain sebagainya. Hal ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta.

Sebeum jalan sehat, acara dimulai dengan shalat subuh berjamaah, mujahadah, penandatanganan prasasti, launching senam Denok, pertunjukan angklung Banser, drumband, dan jalan sehat. 

Bertindak sebagai imam shalat subuh, Rais PCNU Kota Semarang KH Hanief Ismail, Imam Mujahadah KH Ahmad Hadlor Ihsan dan taushiyah Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. 

KH Said Aqil Siroj saat menyampaikan taushiyah, ia menceritakan tentang sejarah-sejarah ke-NU-an. Ia juga menandaskan, fatwa yang pernah disampaikan oleh Hadratus Syech KH Hasyim Asy’ari waktu itu menunjukkan, membela tanah air hukumnya fardlu ain, wajib individual, bukan fardlu kifayah. Apabila dalam membela negara sampai gugur, ia mati syahid.

Maka bagi siapapun juga harus melawan penjajahan, apabila ada orang yang sampai berani berkhianat kepada negara, darahnya halal dialirkan. Namun, meskipun ia halal dibunuh, ia tidak sampai kafir. 

“Hal ini menunjukkan bahwa KH Hasyim Asy’ari tidak mudah mengkafirkan kepada orang lain,” tegas Kang Said. 

Rais Syuriyah PCNU Kota Semarang, KH Hanif Ismail mengatakan, dengan digelarnya Harlah NU secara meriah di mana-mana dengan jumlah masa yang tidak sedikit membuktikan bahwa organisasi yang didirikan oleh Hadratus Syech KH Hasyim Asy’ari ini kokoh dengan usianya yang sudah cukup matang. 

“Ultah (Ulang Tahun) NU ini membuktikan bahwa NU masih eksis, meskipun menghadapi tantangan-tantangan yang besar. Baik persoalan yang dihadapi Bangsa Indonesia maupun internal nahdliyin sendiri,” kata Kiai Hanif. 

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, selain mengucapkan selamat datang kepada Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj serta semua peserta jalan sehat Harlah NU, ia menyampaikan bahwa NU adalah garda terdepan Bangsa Indonesia. 

“Kalau bicara NU, maka NU ada sebelum Indonesia lahir. Saat Indonesia digoyang, NU yang paling depan menghadapi ini,” tandas pria yang akrab disapa dengan Hendi ini. 

Usai taushiyah, Kiai Said menandatangani prasasti pendirian pusat lembaga pendidikan yang didirikan di kota Semarang. Lembaga ini dimiliki oleh PBNU dengan PCNU Kota Semarang sebagai pelaksananya. (nuorid-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment