Joko Berek Diterjang Ombak Ganas, 6 Tewas
Tujuh hilang delapan orang selamat

By Redaksi SS 19 Jul 2018, 17:42:27 WIB Nasional
Joko Berek Diterjang Ombak Ganas, 6 Tewas

Keterangan Gambar : Petugas Basarnas dan BPPD dibantu masyarakat sekitar berhasil menyelamatkan salah nelayan kapal motor Joko Berek yang diterjang gelombang laut di Jembar. (dok:BNPB)


Semarangsekarang.com--Setidaknya enam orang ditemukan tewas, tujuh orang hingga berita ini diturunkan tujuh orang masih hilang sementara delapan orang berhasil diselamatkan. Pada peristiwa kecelakaan kapal nelayan yang tenggelam di perairan Pelawangan Puger Kecamatan Puger Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur pada Kamis (18/7/2018) pukul 08.15 WIB. 

Musibah terjadi akibat gelombang tinggi yang tiba-tiba datang menerjang kapal nelayan di Samudera Hindia atau tepatnya selatan laut Jawa yang diperkirakan akibat adanya ombak tinggi. Kawasan kecelakaan ini sendiri merupakan daerah wisata dan kawasan pesisir pantai Puger Jember.Kejadiannya, kapal nelayan dengan nama Joko Berek yang berawak 21 orang dihantam gelombang tinggi. 

Kejadiannya terjadi saat kapal motor Joko Berek berpenumpang 21 nelayan hendak merapat ke pantai sekitar pukul 08.00, usai pulang dari melaut dan memasuki Pelawangan. Namun secara tib-tiba sekitar Pukul 08.15 WIB muncul gelombang laut yang tinggi dan akibat tekanan gelombang air yang besar kapal motor tidak sanggup melaju dan malah membuat kapal terbalik di jalur masuk.  Pukul 08.30 WIB Pusdalops mendapat laporan dari warga bahwa telah terjadi kecelakaan laut di pantai Pancer Puger. Pukul 08.45 WIB TRC-PB loading peralatan untuk menuju lokasi laka laut.

Kemudian Pusdalops BPBD Provinsi Jawa Timur bersama Basarnas Kabupaten Jember langsung meluncur ke lokasi kecelakaan. Dengan dibantu penduduk dan nelayan setempat delapan orang ditemukan dalam kondisi selamat, namun mengalami beberapa luka. Kemudian enam orang ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Namun tujuh orang penumpang yang Joko Berek yang kesemuanya belum ditemukan dan masih dinyatakan hilang. Hingga pukul 14.00 WIB pencarian korban hilang di laut belum bisa dilakukan secara maksimal oleh anggota BPPD dan Basarnas, karena gelombang tinggi.

Menurut Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, masyarakat diharap untuk berhati-hati melakukan aktivitas di laut dan pantai. Bagi nelayan agar selalu waspada dan hati-hati saat berlayar. Jika kondisi tidak memungkinkan hendaknya mengurangi aktivitas di laut sementara waktu.

"Bagi masyarakat umum yang akan berwisata di beberapa pantai hendaknya ikuti saran dari petugas. Jangan berenang laut, prediksi cuaca dan tinggi gelombang dari BMKG, saat ini gelombang tinggi di sepanjang Pantai Selatan Jawa." demikian disampaikan Sutopo Purwo Nugroho. (faf/mnr-SS)

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment