Kalezic: PSIS Bermain Rapat, Kompak dan Keras
PSIS tumbangkan rekor menang kandang PSM Makassar

By Redaksi SS 12 Sep 2019, 11:29:51 WIB Olahraga
Kalezic: PSIS Bermain Rapat,  Kompak dan Keras

Keterangan Gambar : Meskipun berpostur lebih pendek, pemain PSIS Semarang Fredyan Wahyu Sugiyantoro (jersey putih) sukses mengawal Amido Fernanda Balde, striker PSM Makassar berpostur 193 cm pada laga di Stadion Andi Matalatta, Rabu (11/9/2019). (foto: pt bli)


Semarangsekarang.com (Makassar) - Patahnya rekor kemenangan 100 persen di kandang dalam tujuh laga PSM Makassar telah membuat Darije Kalezic kecewa. Pasalnya tak hanya mengakhiri rekor kemenangan kandang, tetapi harus kehilangan poin setelah takluk dari PSIS Semarang. 

Laga yang merupakan dalam laga tunda pekan ke-11 Shopee Liga 1 2019 yang digelar di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Rabu (11/9/2019) lalu. Setelah gol tunggal Heru Setyawan pada menit 64 menjadi penentu kemenangan Laskar Mahesa Jenar, yang sukses menerkan tim Juku Eja. 

Pelatih PSM Makassar Darije Kalezic mengatakan, faktor penyelesaian akhir menjadi salah satu faktor timnya gagal mengamankan poin penuh. Ia menyebut  timnya kurang beruntung. 

"Kalau menganalisa pertandingan hari ini, kita kalah karena peluang tidak kita maksimalkan. Padahal PSIS tidak membuat peluang 100 persen, sementara kita menciptakan 2 sampai 3 peluang," kata Darije Kalezic. 

"Khusus malam ini, kita harus terima itu. Kita tidak cukup beruntung dalam penyelesaian. Dua kali peluang Balde, satu kali Arfan tambah peluang Wili (Wiljan Pluim) dan Zulham hanya mengenai tiang," Kalezic menambahkan. 

Namun yang menjadi catatan pada pertandingan ini, tim tamu PSIS yang melakukan skema serangan balik justru mencatatakan data statistik yang lebih bagus yakni tujuh peluang shot on goal, sedang tuan rumah mencatatkan lima kali shot on goal.

Disamping itu, Kalezic mengakui, PSIS Semarang bermain cukup rapat, sehingga permainan PSM sulit berkembang untuk menciptakan gol pada pertandingan kali ini. Khususnya Wiljan Pluim yang dibatasi ruang geraknya. 

"PSIS tidak membiarkan ruang kosong. Untuk mencari ruang terbuka di antara lini PSIS kita harus main cepat. Tapi kita tidak cukup cepat, tidak cukup untuk membongkar lawan," lanjutnya.

"Pluim dan Arfan tidak bergerak terlalu banyak, mereka punya ruang yang sangat kecil. PSIS bermain kompak, rapat dan keras. Mereka membuat gol karena kita lengah," tandasnya.

Selain itu, Kalezic juga mengomentari kondisi lapangan yang menyulitkan pemain mengontrol bola. Padahal, PSM harus bermain cepat untuk membuka ruang. (faf/lbi-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment