Keluarga dan Penonton Bangkitkan Semangat Juara
Sepak takraw pertama kali raih emas ASG 2019

By Redaksi SS 24 Jul 2019, 09:41:18 WIB Olahraga
Keluarga dan Penonton Bangkitkan Semangat Juara

Keterangan Gambar : Berkat dukungan dari keluarga dan penonton yang hadir langsung di Stadion Tri Lomba Juang Semarang memberi semangat para atlet muda untuk meraih emas cabang tenis.


Semarangsekarang.com – Ajang kompetisi olahraga usia muda ASEAN Schools Games (ASG) 2019 menjadi event yang bersejarah bagi Tim Sepak Takraw Indonesia. Setelah 11 tahun dibayang-bayangi dominasi Thailand, Tim Indonesia akhirnya pecah telur dengan berhasil menyumbangkan emas pertama untuk cabang olahraga sepak takraw pada ajang ASG.

Salah satu pemain sepak takraw Indonesia Diki Apriadi mengaku, berkat dukungan luar biasa dari penonton menjadi salah satu pemantik semangat dia dan kawan-kawan dalam berjuang mengalahkan Thailand pada final Selasa sore. Dia pun tak menyangka, kali pertama mengikuti ASG dapat menyumbangkan emas pertama bagi sepak takraw Indonesia. Demikian disampaikan saat konferensi pers di Poncowati Ballroom Patra Convention Hotel, Selasa malam (23/7/2019),

“Dukungan penonton luar biasa tadi. Jadi tambah semangat menampilkan yang terbaik,”ujar remaja asal Makassar ini.

Keberhasilan para atlet tak lepas dari dukungan berbagai pihak. Jika Diki merasa terdorong semangatnya berkat dukungan penonton, lain halnya dengan Niken Ferliana, atlet tenis lapangan Indonesia. Jauh-jauh dari Blora, ayah dan ibunya sengaja datang ke Stadion Tri Lomba Juang Semarang untuk memberikan dukungan langsung saat anak gadisnya bertanding, hingga akhirnya Niken bersama pasangannya Nadia Daneswara dapat menyumbangkan medali emas setelah mengalahkan Thailand.

“Pastinya semangat karena ada bapak dan ibu yang nonton langsung waktu itu,”ujar gadis berambut ikal ini.

Sementara itu, atlet pencak silat Indonesia I Gede Arya Widhyantara justru terpicu dengan kekompakan teman satu timnya. Mereka saling meneguhkan dan memberikan semangat hingga prestasi demi prestasi terukir, salah satunya Arya yang berhasil meraih emas dengan mengalahkan Malaysia.

Walaupun wajahnya terluka akibat tendangan dari lawan, ia tetap berjuang mengharumkan bangsa. Kekompakan tim pencak silat pun membuahkan hasil memuaskan dengan membawa tujuh medali emas dari target lima medali emas, ditambah satu perak dan satu perunggu. (faf/hms-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment