Kemendagri Pecahkan Dua Rekor Catur dari MURI

By Redaksi SS 10 Agu 2018, 09:13:54 WIB Ragam
Kemendagri Pecahkan Dua Rekor Catur dari MURI

Keterangan Gambar : Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Sekjen Kemendagri) Hadi Prabowo saat menerima penghargaan dari MURI yang diserahkan oleh Senior Manager MURI Awan Rahargo.


Semarangsekarang.com- Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Sekjen Kemendagri) Hadi Prabowo bersyukur kegiatan pencatatan dan pemecahan rekor catur Museum Rekor Dunia- Indonesia (MURI) yang digelar di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor berjalan lancar.

"Sesuai jadwal melaksanakan kegiatan yang sangat membanggakan, yakni menorehkan prestasi Kemendagri dan BNPP pada MURI, terkait pertandingan catur untuk kategori simultan dan kategori massal," kata dia saat menutup kegiatan tersebut di Kampus Pelopor Revolusi Mental Jatinangor, Jawa Barat, Kamis (9/8/2018).

Dalam pemecahan rekor tersebut, Kemendagri dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan berhasil mendapatkan dua rekor sekaligus. Pertama rekor catur kategori simultan antara grand master internasional Novendra Priasmoro melawan 100 pejabat eselon terbanyak dan kedua kategori catur massal yang diikuti 1.500 praja IPDN.

"Bapak Menteri Dalam Negeri (Tjahjo Kumolo; red) memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi, khususnya kepada praja IPDN yang telah berkontribusi dan berpartisipasi aktif sehingga acara terselenggara dengan sukses," kata Sekjen Hadi.

Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada para pejabat Kemendagri dan BNPP yang telah berpartisipasi dalam pemecahan rekor. Mereka adalah Rektor IPDN Ermaya Suradinata, Plt Sekretaris BNPP Widodo Sigit Pudjianto, Wakil Rektor Reydonnyzar Moenek dan beberapa pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Kemendagri dan BNPP.

Berikut apresiasi kepada Percasi dan beberapa grand master catur yang mengikuti acara tersebut. Diantaranya Grand Master Catur sekaligus Ketua Umum PB Percasi Utut Adianto, Master Internasional Novendra Priasmoro, dan Grand Master Wanita Irena Sukandar dan Medina Warda Aulia. 

Senior Manager Museum Rekor - Dunia Indonesia (MURI) Awan Rahargo menyampaikan, peristiwa hari ini di Kampus IPDN Jatinangor merupakan peristiwa yang luar biasa. Apa yang telah ditunjukkan praja IPDN dan pejabat Kemendagri-BNPP sejalan dengan visi dan misi MURI, yaitu mampu menggelorakan semangat kebanggaan bangsa. 

"Kami yakin ini belum pernah terjadi dibelahan dunia manapun. Dan ini hanya terjadi di persada pustaka raya yang kita banggakan bersama," ucap Awan.

Catur simultan

Diungkapkan, pemecahan rekor MURI untuk pertandingan catur kategori simultan sebelumnya dipegang KORPRI pada tahun 2017 lalu. Saat itu, rekor dipecahkan dengan melibatkan 80 pejabat dari lingkungan KORPRI. Rekor serupa dipecahkan untuk kategori catur kolosal atau massal di tahun 2017 yang melibatkan 1.000 PNS 

"MURI juga telah mencatat kegiatan sejenis dengan catur simultan yang diikuti 80 pejabat dari lingkungan KORPRI dan hari ini berhasil dipecahkan oleh Kemendagri dan BNPP. Kedua pemecahan yang sama pada 2017 dimana pertandingan catur diikuti 1.000 pegawai negeri sipil dan hari ini mampu dipecahkan Kemendagri dengan diikuti 1.500 mahasiswa ikatan dinas," kata dia. 

Ditambahkan Awan Rahargo, MURI mencatat dua rekor dari IPDN. Ia berharap pemecahan rekor catur simultan dan massal kali ini menjadi sumber inspirasi bagi kita semua bahwa inilah prestasi dan karya anak bangsa yang sudah selayaknya diapresiasi dan junjung tinggi.

"Kami ucapkan selamat kepada Kementerian Dalam Negeri RI," pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Senior Manager MURI Awan Rahargo menyerahkan plakat penghargaan Rekor MURI Kategori Catur Simultan dan Kategori Catur Massal kepada Sekjen Kemendagri Hadi Prabowo. Dari Kemendagri, Sekjen Hadi menyerahkan penghargaan kepada MURI dan PB Percasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Kemendagri dan BNPP juga menyerahkan hadiah kepada tiga peserta yang berhasil memenangkan pertandingan melawan grand master internasional Novendra Priasmoro dalam pertandingan kategori simultan berdasarkan catatan waktu tercepat. Ketiganya adalah Hermawan, Walter E Malau dan A Fatoni.

Hadiah juga diberikan kepada dua peserta yang berhasil menahan resmi yakni T Syahdana dan Pramudya. Usai pemberian hadiah, kegiatan ditutup dengan foto bersama. (mnr/rls-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment