KPPBC Tanjung Emas dan BKP Joint Inspection
Terobosan baru untuk efektifitas pekerjaan

By Redaksi SS 14 Feb 2020, 21:14:26 WIB Ragam
KPPBC Tanjung Emas dan BKP Joint Inspection

Keterangan Gambar : Petugas dari KPPBC Tanjung Emas dan BKP kelas I Semarang saat melakukan Join Inspection trailer kayu olahan. (foto: zykka)


Semarangsekarang.com -  Dua stakeholder di bidang ekspor di kota Semarang melakukan pemeriksaan secara bersama dalam produk ekspor 
Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai (KPPBC) Tanjung Emas Semarang bersama Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas I Semarang melakukan pemeriksaan satu kontainer produk olahan kayu ekspor diperiksa di tempat karantina fumigas Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Pemeriksaan yang dilakukan dua instansi itu berlangsung  Kantor Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas I Semarang jalan Deli Semarang, Jumat (14/02/2020) sore ini merupakan terobosan baru.

Kepala KPPBC Tanjung Emas Semarang, Anton Martin mengatakan giat ini dilakukan berawal dari keluhan eksportir.

Menurut Anton, selama ini Balai Karantina dan Bea Cukai dalam melakukan pemeriksaan berjalan sendiri-sendiri dan harus membongkar barang eksportir, hal itulah yang dinilai oleh eksportir tidak efisien dan efektif  sehingga membuat eksportir olahan kayu mengeluh karena barang mereka dibongkar berulangkali.

"Terobosan bersama Karantina ini dilakukan, selain  untuk memangkas waktu dan mendorong ekspor,
Giat itu merupakan inovasi pertama di Indonesia dibidang pemeriksaan olahan kayu eskpor" kata Anton kepada awak media.

Anton mengatakan,nilai devisa negara yang ada dalam kontainer yang diperiksa Rp 700 juta, dan pihak eksportir berencana mengirim 5 sampai 7 kontainer setiap pekannya.

Akselerasi pelayanan dokumen

Menurut Anton, persaingan untuk merebut pasar produk kayu global juga menjadi salah satu dasar akselerasi pelayanan dokumen lewat giat gabungan.

"Persaingan perdagangan terutama olahan kayu global sangat ketat, tahun lalu Jateng harus bersaing dengan Vietnam, dan tahun ini Myanmar ikut dalam persaingan," ucapnya.

Guna merebut pangsa pasar global, diterangkan Anton inovasi harus terus dilakukan.

Dengan target bea keluar mencapai Rp 104 miliar, Anton optimis bisa perolehan bea keluar bisa melebihi target tahun ini.

"Olahan kayu eskpor satu-satunya yang dikenakan bea keluar, kalau melihat potensinya dan diimbangi inovasi, kami yakin target tahun ini bisa terlampaui," tuturnya.

Adapun Heri widarta, Koordinator Pejabat Fungsional Karantina Tumbuhan, BKP Kelas I Semarang, menambahkan giat gabungan tersebut jadi pilot project di Indonesia.

"Pemeriksaan dilakukan tempat yang sudah kami siapkan yaitu di Depo Karantina. Giat ini juga menjadi pilot project pertama, kami berharap joint Inspection ini bisa diterapkan seluruh pelabuhan di Indonesia," tambahnya. (zykka-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment