Lahan Disiapkan Pemkot Semarang untuk Lansia
Dimanfaatkan untuk berkebun

By Redaksi SS 30 Jul 2019, 19:12:40 WIB Semarangan
Lahan Disiapkan Pemkot Semarang untuk Lansia

Keterangan Gambar : Wakil Walikota Semarang, Heverita G Rahayu


Semarangsekarang.com - Kota Semarang akan lebih memperhatikan  orang lanjut usia (Lansia) di kota Semarang dengan memberikan aktifitas berupa menyedikan lahan kosong untuk dimanfaatkan sebagai  kebun. Demikian disampaikan Wakil Walikota Semarang Heverita G Rahayu.

Hal itu disampaikan saat seminar dalam rangka Hari Kependudukan Dunia yang digelar oleh Dinas Pengendalian Penduduk (Disdalduk) Kota Semarang berlangsung di lantai 4 Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro, Selasa (30/7/2019),  dengan tema Keragaman Demografi dan Pembangunan Keberlanjutan

Menurut Ita, panggilan akrab Heverita, jumlah Lansia yang ada di kota Semarang yang mencapai 177.000 orang menjadi perhatian dari pemerintah kota Semarang, karena ini mengindikasikan tingkat harapan hidup yang cukup tinggi di kota Lumpia.
“Kami akan perhatikan Lansia dengan memanfaatkan lahan kosong untuk dimanfaatkan para lansia sebagai tempat untuk bercocok tanam atau berkebun, agar mereka yang sudah sepuh itu ada aktifitas sebagai pengisi waktu kekosongan” kata Ita di hadapan  tamu.

Ita mengatakan, selain memberikan aktifitas bagi lansia, pemerintah kota semarang juga akan memberikan kartu BRT, namun yang lebih penting, adalah bagaimana program Keluarga Berencana itu bisa berjalan di Semarang” kata Ita.

Cukup bagus

Sementara itu, Kepala Dinas pengendalian penduduk dan keluarga berencana (Disdalduk KB) kota Semarang, Gurun Rasyid mengatakan, seminar ini berlangsung dalam rangka memperingati hari kependudukan yang jatuh pada tanggal 11 Juli dengan mengambil tema Keragaman demografi dan Pembangunan Keberlanjutan.

Menurut Gurun , tingkat demografi yang ada di Kota Semarang itu sangat bagus hal itu terbukti dengan nilai dari angka produktifitas  tinggi dibandingkan dengan daerah lain di Jawa tengah maupun di  Indonesia 
“Mengutip dari penelitian IPADI di Semarang, angka usia dibawah 15 itu kecil, kemudian usia diatas 65 itu kecil , angka produktiftas anak remaja, 72% itu membuktikan program ini, cukup bagus” kata Gurun.

Sebelum acara seminar digelar, wakil walikota terlebih dulu memgukuhan Koalisi Indonesia untuk Kependudukan dan Pembangunan dengan jumlah anggota 34 orang dari berbagai disiplin ilmu.

Menurut Gurun, peran dari terbentuknya koalisi kependudukan adalah untuk memberikan masukan, saran, kajian-kajian karena itu adalah lumbung ilmu pengetahuan dalam hal bidang kependudukan,.
“Kami sudah menyiapkan kader di lingkungan sekolah dengan memberikan pelatihan dan pendidikan keluarga bagi siswa yang disebut dengan Genre (generasi remaja) yaitu remaja yang siaga untuk kependudukan” kata Gurun. (zykka-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment