Letjen Doni Monardo, Kepala BNPB Baru
Penakluk Perompak di Somalia. Resmi gantikan Willem Rampangilei

By Redaksi SS 09 Jan 2019, 10:20:35 WIB Tokoh / Profil
Letjen Doni Monardo, Kepala BNPB Baru

Keterangan Gambar : Doni Monardo, Kepala BNPS yang baru pengganti Willem Rampangilei (dok: Wantannas)


Semarangsekarang.com--Setelah sempat tertunda sepekan akhirnya Letjen TNI Doni Monardo resmi menjadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggantikan pejabat lama Willem Rampangilei setelah pada Rabu (9/1/2018) sekitar pukul 09.05 WIB dilantik dan diambil sumpahnya langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, dengan Surat Keputusan Presiden No 5/P Tahun 2019 tentang Pengangkatan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Pelantikan pria kelahiran di Cimahi, Jabar, 10 Mei 1963 dilakukan di Istana Merdeka ini sekaligus pria pemilik bintang tiga TNI tersebut secara resmi menjadi orang nomor satu di lembaga yang seringkali berkutat dengan masalah kebencanaan.

Doni sendiri, higga saat ini termasuk berpangkat perwira tinggi ditubuh TNI-Angkatan Darat , yang sebelum dilantik menduduki jabatan Sekretaris Jenderal (Sesjen) Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) sejak 14 Maret 2018 lalu.

Karir pria yang dikenal penuh disiplin tinggi ini merupakan  lulusan Akademi Militer (Akmil) 1985, dan memiliki pengalaman dalam bidang infanteri. Jabatan terakhir jenderal bintang tiga ini adalah Pangkodam III/ SIliwangi.

Penempatan pertama dikarir militernya adalah menjadi pada Komando Pasukan Khusus (Kopassus) tahun 1986 sampai dengan 1998. Selama di Kopassus tugas telah dilaluinya, pernah ditugaskan ke Timor Timur, Aceh  dan daerah lainnya.

Pada tahun 1999 hingga 2001, lelaki yang suka memiliki hobi menembak dan beladiri ini ditugaskan pada Batalyon Raider di Bali. Kemudian ditarik kembali di Paspampres hingga tahun 2004, lalu mengikuti pelatihan counter terrorism yang dilaksanakan di Korea Selatan.

Pada tahun 2005 sampai dengan 2006 Doni ditugaskan di Aceh selama setahun. Kemudian ditarik ke Jakarta bergabung dengan Paspampres. Setelah menjadi Paspamres, pada tahun yang sama ia dipindahkan ke Makassar Sulsel, di Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad).

Di Sulawesi inilah pemilik bintang tiga TNI ini mencanangkan program yang hingga sekarang selalu diingat oleh masyarakat di Makassar, melalui kesuksesannya membuat penghijauan di beberapa kawasan tandus di Sulawesi Selatan termasuk di sekitar Bandara Hasanuddin.

Setelah di Makassar sekitar empat tahun, Doni di promosikan menjadi Dan Grup A Paspampres hingga 2010. Di era Presiden, Soesilo Bambang Yudoyono (SBY) inilah dia bertugas mengawal orang nomor satu di Republik Indonesia ke 6 tersebut dan sudah mengikuti kunjungan Presiden Indonesia ke 27 negara di dunia.

Usai menjadi Paspamres ini, Doni kemudian menjadi Danrem 061 Surya Kencana Bogor. Hanya beberapa bulan menjadi Danrem di Bogor, pria berusia 55 tahun ini diberi kepercayaan menjadi Wadanjen Kopassus.

Salah satu tugas yang melambungkan namanya adalah ketika ditugaskan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, menjadi Wakil Komando Satuan Tugas untuk pembebasan kapal MV Sinar Kudus yang dibajak oleh perompak Somalia. Atas keberhasilan itu pangkat Doni dinaikkan setingkat menjadi Brigadir Jenderal.

Bulan April 2012 suami dari Santi Ariviani hingga saat ini sudah mengantongi 14 penghargaan ini mengikuti pendidikan PPSA XVIII di Lemhannas. Dari sinilah ia dipromosikan menjadi Danpaspampres. Di BNPB ini merupakan jabatannya yang ke empat belas lembaga atau instansi yang dipimpinnya. (Aria Furisan /dari berbagai sumber-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment