Little Nederland, Kumuh, Kini Destinasi Wisata

By Redaksi SS 31 Mei 2018, 10:11:22 WIB Ragam
Little Nederland, Kumuh, Kini Destinasi Wisata

Keterangan Gambar : Salah satu sudut kawasan Kota Lama Semarang, terlihat bersih


Semarangsekarang.com – Kota Lama, demikian orang saat menyebutnya. Saat ini tengah bersolek untuk menjade kawasan yang satu ini benar-benar menjadi pusat destinasi wisata Kota Semarang. Pemerintah Kota Semarang saat ini sedang getol-getolnya menyulap area Kota Lama untuk bisa terlihat lebih megah dan lebih “menjual” dibanding sebelumya.

Tapi tahukah Anda ritme perjalanan kehidupan di kawasan yang satu ini. Banyak ragam peristiwa telah mengikuti tempat yang satu ini seiring perkembangan jaman dan teknologi. Bangunan lama peninggalan kolonial Belanda di tempat inilah yang menjadi bagian dari saksi sejarah. Mulai dari era penjajahan, pusat perdagangan Kota Semarang, kawasan rawan kejahatan hingga era media social seperti sekarang ini.   

Kawasan di sisi utara kota Semarang ini memang pernah disebut sebagai pusat perdagangan pada abad 19 sampai 20. Bahkan tersemat nama sebagai "Little Netherland" (miniatur Belanda). Pasalnya, banyak bangunan di Kota Lama Semarang ini ada sekitar 50 bangunan kuno yang masih berdiri kokoh dan mentereng, dengan kualitas bangunan yang sangat bagus. Secara umum model bangunan di Kota Lama ini berarsitek ala bangunan Eropa. Karakternya bisa dilihat dari detail bangunan yang mirip dengan ornamen-ornamen yang identik dengan gaya Eropa. Tak Cuma itu pada masa tersebut wilayah ini itu benar-benar terlokalisir menjadi kawasan perekonomian.

Mekipun kini sudah terlihat usang, tak lantas menghapuskan kekekaran bangunan yang ada dan pernah menjadi saksi sejarah Kolonialisme di Semarang pada tahun 1700-an. Dan bangunan-bangunan inilah yang pernah menjadi saksi bisu sejarah Indonesia masa kolonial Belanda lebih dari 2 abad.

Sementara sekitar tahun 1980 hingga 1990an. Tempat yang satu ini sempat menjadi daerah yang “slum”. Mengapa demikian? Karena pada tahun tersebut kawasan kota lama dikenal masyarakat Semarang, merupakan daerah kumuh. Yang lekat dengan banjir, baik itu dari air hujan maupun langganan rob. Belum lagi ketika malam hari, tempatnya gelap. Minim cahaya penerangan, sehingga dibeberapa sudutnya menjadi tempat mangkal waria, tuna wisma hingga dikenal pula daerah rawan tindakan kriminal.

Kini, sekitar sepuluh tahun lalu. Wilayah kota lama ini berbenah. Bagi warga Semarang yang sering melalui akses Kota Lama sejak era 80-an, pasti akan melihat perubahan yang drastis. Beberapa bangunan kuno telah direnovasi tanpa mengurangi bentuk aslinya. Jalan yang dulu kerap menjadi langganan banjir, kini nyaris tak tersentuh oleh banjir bahkan air rob. Infrastruktur akses jalan betul-betul menjadi perhatian serius pemerintah kota Semarang.

Beberapa bangunan bahkan yang telah disewa oleh pihak-pihak swasta maupun dikelola pemiliknya sendiri sudah disulap menjadi tempat kunjungan wisata dan bisnis. Jadi tak slah jika tempat-tempat yang memang asyik untuk dikunjungi, baik pagi siang atau malam hari. Pemerintah kota Semarang juga telah menyulap Taman Srigunting yang dulu sempat menjadi “tongkrongan” gelandangan dan tunawisama, kini telah dirubah menjadi tujuan wisata Kota Lama gratis dan nyaman.

Telah disediakan tempat duduk nyaman dibawah pohon rindang, bersih serta areal parkir. Belum lagi dengan sungguhan view Gereja Blenduk, Bangunan Marba yang bersejarah, serta bangunan milik Pemkot Semarang Oudetrap. Sehingga sangat bagus untuk menjadi obyek foto atau background berfoto ria. Eksotisme dan heritage Kota Lama Semarang memang pantas dijaga.(faf-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment