Memilih Jamu/Obat Kemasan Mesti Cermat
Acara BPOM UNFEST di Semarang

By Redaksi SS 10 Feb 2019, 13:39:11 WIB Semarangan
Memilih Jamu/Obat Kemasan Mesti Cermat

Keterangan Gambar : Sekda Jawa Tengah, Sri Puryono melakukan senam Zumba pada acara BPOM 18 UNFEST di kawasan Simpang Lima Semarang, Minggu (10/2/2018).


Semarangsekarang.com - Kawasan Simpang Lima seolah tak pernah sepi saat Car Free Day (CFD) setiap minggu berlangsung.Udara segar Kota Lumpia pada akhir pekan digunakan oleh masyarakat untuk berolahraga bersama orang-orang tercinta.

Begitu pula yang dilakukan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono, KS dan sang istri, yang memilih senam zumba pada acara BPOM 18 UNFEST Bakti untuk Negeri di Jalan Pahlawan untuk mengawali kegiatan pada Minggu pagi (10/2).

Sri Puryono setuju, membiarkan tubuh tetap bugar dan sehat merupakan kunci hidup yang bahagia. Untuk itu, pergilah berolahraga di sela-sela aktivitas menjadi tempat latihan.

“Jika ingin bahagia kita harus sehat.Karena sehat itu nomor satu, maka jaga kesehatan dengan baik, ”katanya.

Pada mengingatkan HUT ke-18 BPOM, mantan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Tengah berpesan agar masyarakat selalu cermat dalam memilih obat, jamu, dan produk lain yang dibutuhkan. Sudahkan disetujui izin BPOM dalam kemasan produk tersebut.

“Hati-hati dalam mengkonsumsi jamu juga makanan. Harus ada izin dari Badan POM meminta kontrol terhadap kesehatan kita, ”tegasnya.

Sekda juga memenangkan kekayaan tanaman herbal yang diberikan Jawa Tengah, yang sering digunakan sebagai obat tradisional atau jamu. Dia mencontohkan, sebelum ada produk minyak semasa kecil, para ibu mengambil keputusan masuk angin putra-putrinya dengan bawang merah yang ditumbuk. Meskipun tradisional, cara itu cukup ampuh untuk membuat tubuh anak kembali sehat.

“Saat ini masih kecil, sebelum ada minyak telon atau kayu putih, jika kita masuk angin ibu kita biasanya cukup.Jamu herbal kita juga banyak. Jamu Jateng gayeng warisan budaya, kebanggaan Jawa Tengah, kebanggaan bangsa kita, mari kita uri-uri jamu, ”ajaknya usai meminum segelas jamu lokal bersama para peserta senam zumba.

Demam Berdarah Dengeu

Di tengah merebaknya demam berdarah dengue (DBD), Ketua Umum Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Jawa Tengah juga meminta masyarakat untuk memastikan lingkungan di sekitar tempat tinggalnya tidak menjadi sarang nyamuk. Lakukan operasi jentik nyamuk dan 3M plus untuk mencegah terjangkitnya virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Selain itu, Sri Puryono juga meminta masyarakat untuk meningkatkan keamanan lingkungan masing-masing.Pasalnya, beberapa waktu yang lalu marak pemberitaan tentang perbaikan kendaraan dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Tingkatkan siskamling di masing-masing RT / RW untuk membuat agar tidak lagi terjadi yang dilakukan oleh orang tidak bertanggung jawab, seperti perbaikan mobil dan motor yang terjadi kemarin. Kalau ada orang yang menangakan, segera laporkan, ”imbaunya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar BPOM Semarang Safriansyah mengundang masyarakat, pejabat pemerintah, dan swasta untuk membudayakan minum jamu. Selain mendukung tubuh tetap bugar, budaya minum jamu juga mendukung tumbuhnya usaha jamu lokal.

“Untuk instansi pemerintah maupun swasta, kami mengimbau kiranya dilaksanakan secara rutin jamin sehabis kegiatan senam pagi setiap hari Jumat. Selain membantu kesehatan, juga membantu menumbuhkan usaha jamu gendong di Jawa Tengah dan usaha jamu pada umumnya, ”pungkasnya. (jatengprov.go.id-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment