Merintis Usaha Sejak Usia Remaja
Muhtadin

By Redaksi SS 20 Jan 2020, 08:58:24 WIB Tokoh / Profil
Merintis Usaha Sejak Usia Remaja

Keterangan Gambar : Muhtadin, sudah berwiraswasta sejak duduk di bangku SLTA.


Semarangsekarang.com - Kalau kamu ke Yogyakarta dan butuh tumpangan mobil, panggil saja Kak Adin. Ini bukan promosi, bukan pula cari sensasi. Sekedar bantu-bantu, agar kamu bisa menikmati hari-harimu di Yogyakarta dengan nyaman. Bukan berlebihan, Kak Adin tidak semata menyediakan rent car, tapi sesungguhnya pria bernama asli Muhtadin dengan gelar Sarjana Agama (S.Ag),  ini seorang yang berprofesi sebagai guide tour. Bukan hanya di dalam negeri, tapi juga ke mancanegara, khususnya wilayah Timur Tengah. Jadi hampir pasti kamu akan menemukan pelayanan yang baik dan memuaskan selama jalan-jalan di kota Gudeg. Apalagi, untuk menemukannya, tidaklah terlalu sulit, nomer kontak dan account-nya  bisa didapat melalui media sosial, dengan nama "Kakadin". 

Pengalaman itulah  yang dirasakan semarangsekarang.com, saat berlibur ke Yogya beberapa pekan lalu. Pembawaannya yang tenang dan sabar, membuat kita dibuat nyaman berkeliling di Kota Pelajar tersebut. Muhtadin sendiri sesungguhnya memiliki profesi lain, di luar bidang tour and travel. Ia adalah seorang story teller dan juga penceramah. "Kalau tentang ceramah agama, saya tekuni setelah ikut lomba da'i dibeberapa stasiun televisi. Dan sejak itu, saya kerap diundang mengisi siraman rohani," begitu kenang Kak Adin mengusahkan perjalanan hidupnya, kepada semarangsekarang.com sembari mengemudikan mobil. 

Muhtadin sendiri sangat menikmati berbagai profesi yang digeluti. Ia tidak risih membawa mobil, meski berstatus sebagai ustad. Ia juga tidak sungkan mengantar tamu berkeliling Yogya, meski wajahnya sempat riwa riwi dilayar kaca sebagai peserta lomba dai. Yang penting bagi pria kelahiran Batang Jawa Tengah, 15 Oktober 1987, ini profesinya menghasilkan uang halal. 

Apalagi, sejak kecil pria berusia 32 tahun ini memang sudah terbiasa mandiri. Ia kerap mencari uang, untuk mencukupi kebutuhan pribadi. Sehingga saat dewasa, ia berprinsip pekerjaan apapun asal khalal akan dijalankan. Seperi kata peribahasa  Kecil teranja-anja, besar terbawa-bawa, sudah tua terubah tidak adalah. Artinya  satu kebiasaan yang dilakukan sejak kecil akan menjadi tabiat yang sukar diubah. 

"Sejak SLTA saya sudah berdagang. Kemudian saat  kuliah saya praktis membiayai sendiri. Saat itu saya jualan pulsa,   angkringan juga gorengan. Dan itu cukup untuk biaya hidup serta kuliah," kata anak ke 3 dari 4 bersaudara pasangan Rofi'i dan  Chayati menambahkan. 

Muhtadin sendiri tidak tahu, profesi  mana yang akan jadi prioritas. Bagi alumni Unive rsitas Islam Negeri (UIN) Yogyakarta ini selama menghasilkan, semua profesinya akan terus ia geluti. Apalagi, sejauh ini dia bisa membagi waktu untuk menjalankan seluruh profesinya. (m budiono-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

View all comments

Write a comment