MTQ 2018 Diikuti 1.555 Peserta dari 35 Provinsi

By Redaksi SS 08 Okt 2018, 15:19:49 WIB Nasional
MTQ 2018 Diikuti 1.555 Peserta dari 35 Provinsi

Semarangsekarang.com--Setelah menanti lama 47 tahun sejak menjadi penyelenggara Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-4 tahun 1971, Medan, Sumatera Utara kembali menjadi tuan rumah MTQ Nasional ke-27 tahun 2018. “Sungguh membahagiakan bagi masyarakat Medan dan Sumatera Utara. Lama kita menantikan momen ini. Karenanya mari kita tunjukkan bahwa kita bisa menjadi tuan rumah yang baik dalam menyambut dan melayani kafilah dari seluruh provinsi,” tutur Darmayanti Lubis, Wakil Ketua DPD RI saat menghadiri pembukaan MTQ bersama Presiden Jokowi di arena utama Astaka, Jalan Williem Iskandar, Medan, Minggu malam (07/10/2018).

Selain rangkaian musabaqah (perlombaan-red), MTQ Nasional yang diikuti 1.555 peserta dari 35 Provinsi di Tanah Air ini, juga melangsungkan berbagai kegiatan pendukung lainnya, seperti parade 1000 hafidz, seminar penggalian seni budaya Islam berbasis al-Qur’an, pawai kendaraan hias, pameran, dan bazar. Rangkaian kegiatan MTQ Nasional sendiri berlangsung dari tanggal 4-13 Oktober 2018, dengan mengusung tema “MTQ Mewujudkan Revolusi Mental Menuju Insan Yang Qurani”.

“Kita lihat MTQ telah membudaya di masyarakat, mulai tingkat lokal, daerah, hingga nasional. Kemeriahan pelaksanaan MTQ Nasional yang diadakan bergiliran di berbagai daerah, tidak saja menguatkan syiar ajaran al-Qur’an, namun juga meneguhkan persatuan nasional dan ukhuwah Islamiyah, serta jalinan integritas antara Pemerintah Pusat dan Daerah,” jelas Darmayanti.

Darmayanti juga menambahkan bahwa MTQ bukan sekedar lomba, tapi keinginan kuat umat Islam dan Pemerintah untuk meneguhkan semangat kebangsaan atas nilai-nilai keimanan dalam kehidupan individu, keluarga, dan masyarakat. 

Menurutnya, nilai-nilai sosial keagamaan dan persatuan nasional yang melekat dalam MTQ, akan mendorong upaya bersama membangun Generasi Emas 2045. Yakni generasi yang dibangun di atas pondasi keimanan dan ketakwaan, keluarga yang kokoh, kehidupan berbangsa yang demokratis, egaliter, dan jauh dari kekerasan, serta pondasi pendidikan yang berkarakter, yang mampu membentuk generasi jujur, amanah, toleransi, dan bertanggung jawab.(mbd-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment