Narkoba Menjadi Ancaman Generasi Milenial
Kuliah Umum Ahmad Basarah di Universitas Pancasakti Tegal

By Redaksi SS 30 Agu 2018, 20:12:38 WIB Daerah
Narkoba Menjadi Ancaman Generasi Milenial

Keterangan Gambar : Ahmad Basarah (tengah berpeci) Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), berfoto bersama usai mengisi kuliah umum di Universitas Pancasakti  di Tegal, Jawa Tengah, Selasa (28/8/2018). 


Semarangsekarang.com--Tantangan yang dihadapi generasi milenial saat ini semakin kompleks. Narkoba dan pengaruh radikalisme adalah ancaman yang paling menonjol. Karena itulah, generasi milenial harus memiliki benteng diri yang kokoh sehingga mampu menangkal bekerjanya paham ideologi liberalisme yang salah satu modusnya dengan narkoba dan paham radikalisme agama melalui aksi penggalangan dan cuci otak generasi muda untuk ikut kelompok radikal dan bahkan terorisme.

Demikian disampaikan Ahmad Basarah.Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) ketika memberikan kuliah umum di hadapan ribuan mahasiswa dan mahasisiwi serta civitas akademik Universitas Pancasakti dengan tema "Penguatan Ideologi Pancasila di Kalangan Mahasiswa dan Civitas Akademik" Universitas Pancasakti  di Tegal, Jawa Tengah, Selasa (28/8/2018). 

"Di samping itu, generasi milenial harus waspada dan bijak dalam menggunakan media sosial. Sebab penyebaran paham-paham radikalisme dan gaya hidup bebas saat ini menyebar luas melalui jejaring media sosial. Dan dalam hal ini, generasi milenial mudah sekali terpapar, paham tersebut," papar Basarah lagi.

Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu melanjutkan bahwa paham radikal mudah sekali menyebar di kalangan generasi milenial. Terlebih bagi mereka yang memiliki basis pemahaman agama dangkal, maka dengan mudah akan terpikat dengan strategi cuci otak dan indoktrinasi paham tersebut. 

Masuknya paham radikal di kalangan generasi muda bukanlah isapan jempol semata. Berdasarkan data yang dilansir Badan Nasional Penanggulangan Terorisme bahwa ada 7 (tujuh) Perguruan Tinggi terkemuka di Indonesia yang sudah terpapar radikalisme. Karena itulah harus ada upaya sistematis untuk menangkal berkembangnya paham tersebut. 

"Upaya konkret yang bisa dilakukan adalah dengan membangun kontra narasi dan memberikan pemahaman keagamaan yang tepat dan moderat melalui berbagai media sosialisasi dan pengajaran di setiap kampus . Hal lain yang juga penting untuk dilakukan adalah dengan menambah wawasan pengetahuan dan pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila yang bersifat membumi," jelas Basarah yang juga berasal dari Tegal ini,

Masalah lain yang juga harus diperhatikan dengan seksama adalah penyebaran narkoba. Merujuk pada temuan hasil survei nasional penyalahgunaan narkoba di Indonesia yang dilakukan Badan Nasional Narkotika (BNN) dan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia (PUSLITIKES UI) pada tahun 2017, penyalahgunaan narkoba pada kelompok pelajar sebesar 24 persen. 

Tidak hanya itu, Indonesia juga menjadi pasar dari penyebaran narkoba. Sebagai contoh pada pertengahan tahun 2017, Polda Metro Jaya berhasil mengungkap penyelundupan sabu sebesar 1 ton di Anyer, Kabupatan Serang, Banten. Kemudian pada Februari tahun 2018, TNI Angkatan Laut berhasil menangkap sabu seberat 1 ton dari Kapal MV Sunrise Glori di perairan Batam, Kepulauan Riau. Presiden Jokowi sendiri menyebut Indonesia darurat Narkoba, dan perang terhadap narkoba dicanangkan. 

"Jadi yang diserang adalah generasi milenialnya. Narkoba adalah salah satu cara ampuh untuk menghancurkan bangsa melalui pengrusakan mental dan karakter generasi milenialnya. Karena itulah, peredaran narkoba di Indonesia harus diberantas dan generasi milenial harus diselamatkan masa depannya," papar Basarah lagi.(mbd-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment