Obat dan Kosmetik Ilegal Berhasil di Amankan BPOM
Di Magelang dan Semarang

By Redaksi SS 04 Jul 2019, 19:05:09 WIB Semarangan
Obat dan Kosmetik Ilegal Berhasil di Amankan BPOM

Keterangan Gambar : Kepala Badan POM RI , Penny K. Lukito bersama jajarannya ketika memberi keterang pers tentang hasil operasi penertiban obat dan makanan ilegal, di kantor Balai POM Semarang, Kamis (4/7/2019).


Semarangsekarang.com - Sejumlah tempat penjualan kosmetik dan obat ilegal yang diperjualbelikan secara online (daring) berhasil ditertibkan BPOM RI  dengan pihak Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman ekspres, Pos dan Logistik Indonesia atau Asperindo. 

Di Magelang, penindakan dilakukan di sebuah gudang tersamar yang digunakan sebagai tempat ekspedisi, beralamat di Jl Tarumanegara, Rejowinangun Utara dengan barang bukti berupa 137 jenis kosmetik Tanpa Izin Edar (TIE)/ilegal, 1 jenis obat tradisional ilegal, dan 1 jenis obat ilegal dengan nilai keekonomian mencapai 1,04 miliar rupiah. 

Sementara di Semarang, penindakan dilakukan di sebuah rumah berlantai dua di Kampung Seterong, Rejomulyo yang dijadikan sebagai gudang penyimpanan kosmetik ilegal pada Selasa (18/6/2019 ) silam. Dari tempat kejadian perkara ditemukan barang bukti berupa 24 jenis kosmetik ilegal dan 1 jenis salep obat ilegal dengan nilai keekonomian mencapai 1,3 miliar rupiah. 

Temuan kosmetik ilegal didominasi oleh produk perawatan kulit sebagai pencerah/pemutih antara lain RDL Hidroquinone Tretinoin Babyjtzce, Original DR Pemutih Dokter, Dconard Whitening & Spot Removing, Temulawak Cream Night Cream, dan RDL Papaya Whitening Soap. Bahan berbahaya yang ditemukan dalam kosmetik ilegal tersebut antara lain merkuri, asam retinoat, dan hidrokuinon, dimana bahan-bahan tersebut dapat menyebabkan kanker (karsinogenik), kelainan pada janin (teratogenik). dan iritasi kulit. 

Sedangkan modus operandi yang dilakukan tersangka dengan mengedarkan obat tradisional, kosmetik dan obat ilegal secara online menggunakan akun media sosial yang dibuat pelaku, mengedarkan barang menggunakan jasa ekspedisi, dan menyimpan barang di gudang yang tersembunyi.

“Sebagai tindak lanjut dari temuan ini, Badan POM melakukan proses investigasi dengan dugaan pelanggaran terhadap Pasal 196 dan Pasal 197 UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, yaitu mendistribusikan produk sediaan farmasi jenis kosmetika, obat tradisional gian obat ilegal dan mengandung bahan dilarang dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak 1,5 miliar rupiah,” Penny K Lukito, Kepala BPOM RI. 

Penanganan perkara IR oleh PPNS BBPOM di Semarang dengan memeriksa enam saksi dan satu ahli, telah selesai pemberkasannya dan diserahkan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah.

Sedangkan proses penyidikan di Semarang masih dalam proses pemberkasan dengan melengkapi pemeriksaan sejumlah saksi dan ahli, dan telah menetapkan OMG sebagai tersangka.

“Agar pelaku usaha menaati standar dan peraturan terkait aspek keamanan, manfaat dan mutu. Dan BPOM terus melakukan pembinaan agar pelaku usaha dapat memenuhi persyaratan dan ketentuan,” ungkap Penny. (mnr-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment