Operasi Bantuan dan Pertolongan Mendesak
Terhadap korban gempa di Palu dan Donggala

By Redaksi SS 30 Sep 2018, 13:21:46 WIB Nasional
Operasi Bantuan dan Pertolongan Mendesak

Keterangan Gambar : Terputusnya akses jalan yang tak bisa dilalui membuat akses bantuan ke Palu dan Donggala yang terdampak gempa dan tsunami menjadi terhambat.


Semarangsekarang,com--Gempa bumi 7,4 Skala Richter (SR) yang diserta terjangan tsunami di Kota Palu, Donggala dan Sigi, Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9/2018) membawa keprihatinan yang mendalam. Akses transportasi darat yang putus akibat gempa serta bandara Palu yang tidak bisa dioperasionalkan secara sempurna, belum lagi akses komunikasi yang belum tersambung dengan bagus membuat bantuan personil maupun logistik mengalami hambatan. 

Belum lagi sampai kini banyak masyarakat yang selamat belum mendapat tenda sebagai tempat istirahat bahkan masih banyak warga kota Palu harus tidur di pinggir jalan tanpa alas dan penutup. Hal ini mengundang keprihatinan pimpinan DPR RI, mengingat, operasi bantuan atau pertolongan bagi warga Palu dan Donggala yang terdampak gempa dan tsunami sangat berharap segera dapat perhatian. 

Selain itu, banyak pasien juga masih dirawat di ruang terbuka. Fakta itu membuktikan bahwa warga dan para korban luka sangat membutuhkan tenda dan bantuan medis serta obat-obatan.

Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo berharap regu penolong bisa segera menjangkau tempat-tempat yang memang membutuhkan bantuan. Apalagi, warga yang trauma akan gempa susulan belum berani kembali ke rumah. Kemungkinan besar mereka akan terus berada di luar rumah selama beberapa hari ke depan, sehingga tenda dan selimut sangat mereka perlukan, terutama di malam hari.

"Berdasarkan fakta kerusakan akibat gempa dan tsunami, agar skala operasi bantuan dan pertolongan patut ditingkatkan.  Sebab, pekerjaan yang ditangani sangat beragam, sementara jumlah warga yang memerlukan pertolongan sangat banyak," harap Bambang Soesatyo.

Kebutuhan yang dirasakan sangat mendesak adalah mendirikan rumah sakit sementara atau darurat, serta menyediakan ruang yang layak untuk menampung anak-anak. Pekerjaan lainnya yang juga mendesak adalah pemakaman untuk ratusan korban jiwa yang meninggal.

Namun Ketua DPR RI tersebut sangat yakin bahwa TNI dan Polri sangat berpengalaman untuk melaksanakan operasi bantuan seperti itu. Karena itu, Panglima TNI dan Kapolri diharapkan bisa mengerahkan lebih banyak prajurit ke lokasi bencana untuk membantu warga, dengan mendirikan tenda-tenda darurat hingga rumah sakit sementara. (mbd-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment