Ortega yang Setia Sama Warteg
Dr H Abdul Fikri Faqih

By Redaksi SS 04 Jun 2019, 09:32:40 WIB Tokoh / Profil
Ortega yang Setia Sama Warteg

Keterangan Gambar : Abdul Fikri (dok: ig)


Semarangsekarang.com - Sebagai politisi, kiprahnya di ranah politik tak perlu diragukan. Ia tidak lahir secara tiba-tiba, tetapi merangkak dari jabatan anggota DPRD Kabupaten Tegal  periode (1999-2004), kemudian DPRD Provinsi Jawa Tengah selama dua periode (2004-2009 dan 2009-2014) serta DPR RI (2014-2019). Pada pemilu yang berlangsung April silam, dipastikan ia akan kembali duduk   sebagai wakil masyarakat Brebes dan Tegal di Lembaga Legeslatif DPR RI. 

Namun, sederet jabatan tersebut tak membuatnya tinggi hati. Dia tetaplah sosok yang bersahaja, baik dalam perilaku maupun ucapannya. Dia tetaplah orang tegal, dengan logat bicaranya yang ngapak. Ia  pun mengaku  sebagai orang Tegal (ortega) Abdul Fikri lebih cocok makan  menu masakan Warteg, dibanding restoran dan tempat makan mewah yang ada di Jakarta. 

Dia adalah Dr H Abdul Fikri Faqih,  anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera serta Ketua Umum  DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah. Dengan statusnya kini,   Abdul Fikri selalu menjaga kedekatannya  dengan masyarakat   dapil Jawa Tengah  IX. Dia juga mempertahankan  kepribadiannya yang luwes dan sederhana,  laiknya saat ia masih menjadi guru sebelum terjun dikancah politik. 

Ustad Fikri,  adalah sosok apa adanya. Hidupnya ini dilaluinya ibarat air yang mengikutii hukum alam, mengalir dari  tempat yang tinggi menuju ke tempat yang lebih rendah.

Menyinggung soal terpilihnya kembali menjadi anggota DPR RI, misalnya Fikri tetap merendah.

“Ini garis tangan, semuanya adalah  anugerah Allah SWT. Saya hanya dapat 48 ribu suara Insya Allah terpilih. Tetapi Pak Sudirman Said yang dapat 80 ribu suara malah tidak terpilih. Kalau bukan kuasa Nya tentu tidak akan terjadi”, kata Ustad berusia 55 tahun ini.

Silaturahim

Pada perayaan Idul Fitri 1440 H, ini Abdul Fikri membagi waktu silaturahim buat keluarga dan konsituennya. Pada minggu pertama Syawal, ia memilih mengunjungi seluruh famili, sanak saudara dan handai taulan. Apalagi ia masih memiliki banyak saudara, om dan tante yang tinggal di Tegal.

Kemudian, minggu beikutnya, Abdul Fikri  membuka pintu rumahnya untuk menerima kedatangan kader, simpatisan dan masyarakat yang  bersilaturrakhim. Untuk menyambut kedatangan para tamu, ketupat dan opor ayam, sebaimana laiknya orang tegal berlebaran, pun disiapkan. Termasuk beberapa kue khas masyarakat tegal. 

Saat ini Pria kelahiran Tegal 17 Juli 1963, ini  makin eksis, dalam percaturan politik nasional. Tetapi, suami dari perempuan bernama Zubaidah, ini sesungguhnya tidak pernah berfikir akan menjadi wakil rakyat. 

Sebelum  menjadi anggota DPRD Kabupaten Tegal, Fikri berprofesi sebagai guru swasta dibeberapa sekolah di Kabupaten dan Kota Tegal. Lalu pada 1989, Abdul Fikri diangkat menjadi guru PNS, dan diperbantukan di STM Muhammadiyah Tegal, sebagai Kepala Sekolah di sana. 

Saat kondisi memanas pada 1998, Fikri yang selalu bersinggungan dengan masyarakat,  tak bisa lepas dari turbulensi dunia politik saat itu. Kebetulan, tahun-tahun itu PNS tidak dilarang jadi anggota parpol. Mereka  diberi tenggang selama satu tahun sebelum memilih, tetap jadi PNS atau  anggota parpol. 

Waktu pemilu langsung pertama di gelar, bapak tujuh anak ini terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Tegal, Fraksi Partai Keadilan. Padahal, orangtuanya keberatan, mereka mengarahkan agar anak sulungnya itu menjadi PNS saja. Alasannya, PNS lebih jelas, ketimbang menjadi anggota DPRD yang bersifat musiman, lima tahun sekali. 

Tetapi, nasi sudah menjadi bubur, waktu itu anak pertama sembilan bersaudara pasangan KH Abdullah Faqih dan Muniroh, ini menjabat sebagai   ketua partai. Sebagai  bentuk tanggungjawab, akhirnya tugas tersebut dijalani. Tidak lama berselang, Fikri pun mundur dari PNS sesuai perintah PP No 5 dan 11 tahun 1999. 

Pada pemilu 2004, Abdul  Fikri berniat mundur, karena PK tidak masuk dalam Parliamantary Threshol. Namun niat mundur itu dihalang-halangi para kader, karena dianggap dialah yang paling mumpuni memimpim partai, setelah berubah menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). 

Tahun  2004, Abdul Fikri mencalonkan diri menjadi caleg DPRD Provinsi Jawa Tengah. Untung tak dapat di raih malang tak dapat ditolak. Meski awalnya setengah hati, tetapi ternyata Fikri berhasil  menjadi anggota DPRD dan terpilih menjadi   Ketua   Fraksi PKS DPRD  Provinsi Jawa Tengah.
 
“Waktu itu saya dianggap paling berpengalaman dipolitik, sementara yang lain belum berpengalaman. Makanya saya dipercaya jadi ketua fraksi. Lalu periode berkutnya atau 2009-2014 saya terpilih menjadi Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah”, kata Fikri menambahkan. 

Kiprah fikri di politik mencapai puncaknya saat ia maju menjadi caleg DPR RI pada pileg 2014. Untuk kesekian kali Fikri pun terpilih menjadi anggota legislatif, ia melenggang ke senayan mewakili dapil Jateng IX. 

“Pokoknya, tugas saya ini menjalani saja. Yang penting saya beriktiyar, karena sukses tidaknya seseorang, tak lepas dari ketentuan Allah”, kata Abdul Fikri lagi. (M Budiono-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment