Pasar Semawis, Simbol Nyata Keberagaman

By Redaksi SS 13 Feb 2018, 05:06:01 WIB Semarangan
Pasar Semawis, Simbol Nyata Keberagaman

Keterangan Gambar : Walikota Semarang Hendrar Prihadi dan ketua Komunitas Pecinan Semarang Untuk Pariwisata (Kopi Semawis) Harjanto Halim, didampingi pejabat pemkot dan penngurus Kopi Semawis membuka Pasar Semawis, Senin (12/2/2018).


Semarangsekarang.com--Pasar Imlek Semawis yang digelar di jalan Gang Pinggir tersebut dapat dijadikan sebagai contoh keberagaman yang nyata untuk kota-kota lain di Indonesia.

“Jadi sekarang ini tantangannya banyak hal-hal yang intoleransi yang terjadi dan kita ingin kota  Semarang salahsatu kota yang tidak hanya menjadi slogan tetapi sudah menjalankan keberagaman di tempat ini,” kata ketua Komunitas Pecinan Semarang Untuk Pariwisata (Kopi Semawis) Harjanto Halim, Senin malam (12/2/2018) seusai membuka pasar imlek semawis.

Hadir beberapa pejabat dilingkungan Pemkot seperti Walikota Semarang bersama Wakil Walikota serta camat dan lurah serta pejabat lainnya. Dalam kegiatan tersebut juga berlangsung berbagai kesenian Tarian Potret Pluralisme yang dimainkan oleh siswa Karangturi Semarang.

Tidak hanya itu tetapi juga makanan Yei Seng yakni makanan sayuran yang diurap untuk dihidangkan ditambah lagi dengan nasi goreng bungkus daun Jati serta ayam goreng kebahagiaan dan Kue Pandan Keju.

Pasar Imlek Semawis 2018 yang bertemakan Pasamuan Anak Zaman Now berlangsung pada 12 - 14 Februari tersebut akan dilaksanakan di area Pecinan, ruas jalan Gang Pinggir hingga Wotgandul Timur.

Lebih lanjut Harjanto menambahkan ini merupakan keunikan yang tidak dimiliki oleh kota lain karena perayaan imleknya sangat egaliter yakni dilakukan dijalanan yang semua masyarakat bisa menikmati.

“Pasar imlek Semawis ini sudah berlangsung ke 15 kali dan sampai saat ini masyarakatnya juga banyak yang menanti acara ini yang setiap tahunnya selalu dilakukan,” tambahnya.

Dan ini untuk mengadakan perayaan ini, akunya,  tidak mudah karena kotanya harus kondusif ditambah lagi warganya memang saling mendukung dan pemimpin daerahnya  juga ikut mendukung. “Semua elemen mulai dari kepala pemerintahnya harus mendukung dan masyarakatnya juga mendukung maka akan tercipta sebuah irama yang menghasilkan saling menghargai,” imbuhnya.

Walikota Semarang Hendrar Prihardi mengatakan bahwa pasar Imlek Semawis ini dapat dijadikan sebagai ajang tahunan yang dilakukan. “Ini merupakan keistimewaan tersendiri karena pasar Imlek ini tidak hanya diikuti oleh warga Tionghoa tetapi semua etnis dan ini menunjukkan kebersamaan dalam pembangun kota ini,” katanya.

Ketua Persatuan Organisasi Tionghoa Semarang (Por Inti), Setiawan Santoso mengatakan Imlek merupakan sebuah tradisi yang menjaga serta melestarikan kebudayaan ini. Dengan kegiatanj ini tentunya dapat menciptakan masyarakat menjadi makmur dan sejahtera. 
“Dengan perayaan Imlek ini maka warga bisa menjaga tradisi yang telah secarav turun menurun. Dan sebagai generasi tentunya bisa menjaga karena ini merupakan warisan leluhur,” katanya.

Selain itu dengan perayaan Imlek ini diharapkan warga Tionghoa bisa hidup sederhana dan tidak pamer serta mampu menjaga hubungan yang harmonis dan lebih banyak berbuat amal dan membantu sesama.

“Jadi dengan hidup yang sederhana dan menjaga hubungan dengan lingkungan maka akan tercipta sebuah kehidupan yang harmonis,” demikian kata Setiawan Santoso. (nur-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment