PDAM Teliti Limbah di Ngemplak
Antisipasi zat berbahaya jika tercampur air baku

By Redaksi SS 09 Jul 2019, 19:17:01 WIB Semarangan
PDAM Teliti Limbah di Ngemplak

Keterangan Gambar : Limbah padat berbentuk mirip drum yang diamankan Satpol PP Kota Semarang di belakang Kantor Kelurahan Ngemplak. Untuk antisipasi PDAM Kota Semarang menurunkan tim untuk meneliti kandungan berbahaya di dalamnya. (foto: zykka)



Semarangsekarang.com-Pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Semarang langsung merespon limbah di bantaran sungai Banjir Kanal Barat di belakang Kantor Kelurahan Ngemplak. Seperti telah diinformasikan ada
limbah berbentuk mirip drum di laporkan warga dan telah diamankan oleh aparat Satuan Polisi Pamong Praja Semarang letaknya memang tidak terlalu jauh dengan pengolahan air baku PDAM.

Menghindari hal-hal yang tidak diinginkan PDAM Kota Semarang langsung menurunkan tim untuk melakukan meneliti seberapa besar bahaya yang ditimbulkan jika terjadi pencemaran akibat limbah tersebut, Selasa (9/7/2019).

Kepala Bagian Produksi 1 PDAM Tirta Moedal Semarang  Harimurni mengatakan, PDAM menilai limbah yang dibuang di bantaran Banjirkanal Barat (BKB) wilayah RT 9 RW 1, Manyaran bisa membahayakan jika mencemari air sungai. 
Menurut  Hari untuk uji sampel air di sekitar limbah, dan karena belum masuk ke aliran air maka memang belum membahayakan atau masih dalam batas wajar kandungan amoniaknya sekitar 0,34 mg/ kiter. Sesuai ambang  batas maksimal PP 82 tahun 2001 yakni 0,5 mg/liter.

“Yang membahayakan jika musim hujan tiba, limbah itu bisa larut ke sungai karena racun atau toksin yang ada dalam kandungan limbah akan menyebar melalui air sungai” kata Hari saat mengecek sampel air di sekitar limbah tersebut.

Namun demikian, Hari mengakui, pihak PDAM  hingga saat ini belum mengetahui secara persis kandungan zat dari limbah itu karena butuh waktu dan uji laboratorium untuk mengetahui zat yang ada di limbah berbentuk drum tersebut.

Hari memperkirakan, zat yang ada dalam limbah itu mengandung minyak jenuh atau lemak, sebab saat memegang limbah tersebut tanganya merasakan sedikit gatal. Menurutnya limbah tersebut seperti minyak jenuh atau lemak yang memang jika bercampur air tidak membahayakan.

“Namun yang dikhawatrikan jika ada zat berbahayanya, jadi harus diteliti lebih lanjut hasilnya seperti apa. Untuk sementara ini kami minta limbah tersebut dibuang atau dilakukan isolasi di area tersebut agar tidak mencemari air sungai,” imbuhnya.

Pihaknya saat ini menunggu hasil uji lab dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mengetahui kandungan zat di area tersebut. Selain itu juga meminta agar limbah tersebut segera dibuang agar tidak larut dan mencemari sumber air yang diolah PDAM. (zykka-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment