Pedagang Klaster Pasar Kobong di Rapid Test

By Redaksi SS 28 Mei 2020, 09:40:04 WIB Daerah
Pedagang Klaster Pasar Kobong di Rapid Test

Keterangan Gambar : Bupati Kabupaten Semarang saat konferensi video dengan para Camat di ruang Vidcon Sekretariat Daerah Kabupaten Semarang, Rabu (27/05/2020) siang. (foto: humas)


Semarangsekarang.com (Kabupaten Semarang) – Pedagang di beberapa pasar yang pernah berniaga di Pasar Rejomulyo Semarang atau yang lebih dikenal dengan nama Pasar Kobong menjalani rapid test.

Bupati Semarang Mundjirin menegaskan Pemerintah Kabupaten Semarang mengintensifkan pencegahan penyebaran virus Corona dari klaster Pasar Rejomulyo Semarang.

“Para pedagang yang dari Pasar Kobong kembali ke sini akan diawasi oleh Puskesmas terdekat,” katanya usai melakukan konferensi video dengan para Camat di ruang Vidcon Sekretariat Daerah Kabupaten Semarang, Rabu (27/05/2020) siang.

Diakui oleh bupati, bantuan alat rapid test yang diterima dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah jumlahnya terbatas. Sehingga, diputuskan penggunaannya dilakukan dengan perhitungan cermat.

Penggunaannya, lanjut Bupati, diutamakan untuk mengetes warga yang diketahui pernah kontak langsung dengan pasien positif virus Corona. Dikatakan, banyak permintaan untuk melakukan rapid test dari berbagai pihak, namun Pemkab Semarang melakukan skala prioritas karena hanya mendapat jatah 400 alat rapid test.

Camat Ambarawa Suharnoto menyampaikan, 14 orang pedagang di Pasar Projo Ambarawa yang pernah beraktivitas di Pasar Kobong sudah menjalani rapid test dan hasilnya nonreaktif. Namun, dirinya berharap para pedagang lainnya juga dilakukan rapid test. Pasalnya, mereka dinilai telah berinteraksi dengan para pedagang lainnya sebelum klaster penyebaran dari Pasar Kobong terbukti positif.

Dari laporan para camat diketahui, ada 27 orang pedagang di Pringapus yang terkait klaster Pasar Kobong. Selain itu juga ada sekitar 30 orang pedagang di Pasar Bandarjo dan 27 orang pedagang di Banyubiru. Sedangkan di Kecamatan Tuntang ada 28 orang pedagang. Berdasarkan keterangan para Camat, seluruh hasil rapid test diketahui nonreaktif.

Rapid Test ke sasaran

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang dr Ani Raharjo melalui Kepala Bidang (Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit) P2P dr Hasty Wulandari menjelaskan, saat ini sedang dilaksanakan rapid test terhadap para pedagang yang terkait dengan klaster Pasar Kobong.

Rapid test Kami arahkan ke sasaran puskesmas terkait Pasar Kobong. Sekarang dalam proses pelaksanaan,” jelasnya. (faf/hms-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment