Pekalongan Alami Kelangkaan Daster

By Redaksi SS 30 Jun 2020, 13:19:08 WIB Daerah
Pekalongan Alami Kelangkaan Daster

Keterangan Gambar : Foti ilustrasi. Saat ini para pengusaha pembuatan daster di Pekalongan sempat mengalihkan bahan pembuatan daster ke bahan kaos. Namun ini bahan ini juga turut menghilang.


Semarangsekarang.com (Pekalongan) - Pandemi Corona Covid-19 belum mereda. Setiap hari, pasien yang terpapar virus asal Tiongkok ini terus bertambah. Namun, efek hadirnya Corona, kini sudah  merembet diberbagai sektor kehidupan salah satunya industri pertekstilan. 

Kondisi tersebut dirasakan oleh hampir seluruh pengusaha fashion di Pekalongan. Nur Hakimah (48 tahun) misalnya, ia mengeluhkan penjualan pakaian selama lebaran menurun drastis. Akibatnya stok pakaian jadi di gudang masih menumpuk. Padahal, semestinya lebaran menjadi masa penjualan secara besar-besaran. 

"Yang aneh, pasca lebaran permintaan  daster meningkat tajam. Hampir semua pengusaha daster kehabisan stok. Bebrapa orang bahkan berani membayar dimuka agar bisa memperoleh barang yang diharapkan," kata pemilik merek dagang Nabila Batik, Selasa (30/06/2020).

Sayangnya, meski permintaan tinggi, namun tidak semua pesanan bisa terpenuhi. Pasalnya, tiba-tiba bahan dasar pembuatan daster, yaitu kain santung  yang biasanya banyak ditemukan dipasaran, kini ikut menghilang. Kalaupun ada, harganya mengalami kenaikan, sehingga menyulitkan pengusaha untuk memproduksi. 

"Beberapa orang sudah mencoba mengganti  santung dengan bahan kaos. Tetapi sayang, itupun tidak berlangsung lama. Karena bahan kaos yang bisa dipakai membuat daster, tiba-tiba ikut menghilang," kata Hakimah menambahkan. 

Hakimah menduga, tsunami bisnis daster terjadi karena kaharusan work from home, selama Pandemi Corona. Karena itu kemungkinan meredasnya permintaan daster masih akan lama. Mengingat, dibeberapa daerah, serangan Corona, masih terjadi secara besar-besaran. 

"Ya pokoknya, kalau ada bahan kita pasti akan produksi. Karena permintaannya masih tinggi. Kita juga berusaha mengganti bahan lain yang harganya terjangkau, agar setelah diproduksi, daster yang kita buat, gampang dipasarkannya," kata Hakimah, kepada semarangsekarang.com . (m budiono-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment