Pembakaran Bendera Jangan Lagi di Politisasi
HNW: Jangan diperuncing lagi

By Redaksi SS 25 Okt 2018, 15:44:18 WIB Daerah
Pembakaran Bendera Jangan Lagi di Politisasi

Keterangan Gambar : Hidayat Nur Wahid (HNW), Wakil Ketua MPR (duduk kedua dari kiri) berfoto bersama peserta sosialisasi Empat Pilar di Surakarta, Kamis (25/10/2018)/


Semarangsekarang.com- Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) mengapresiasi gerak cepat pihak kepolisian dalam penanganan kasus pembakaran bendera tauhid yang sempat heboh beberapa hari ini.

"Penanganan yang cepat akan menghentikan berbagai isu liar yang berkembang pasca terjadinya kasus," ujarnya, usai menghadiri Sosialisasi Empat Pilar MPR, di Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (25/10/2018).

Dalam kesempatan tersebut, HNW juga berharap agar kasus pembakaran bendera tauhid jangan diperuncing lagi apalagi terus menerus digoreng-goreng dan dipolitisasi.

"Pelakunya sudah ditangani kepolisian dan mereka para pelaku juga sudah meminta maaf, sudah jangan diperuncing lagi," tegasnya.

Pada intinya, lanjut HNW, letakanlah kasus tersebut secara proporsional.  Merujuk pada penjelasan Kementerian Dalam Negeri bahwa jika bendera tersebut hanya bertulisan kalimat tauhid 'La ilaha illallah' itu dibolehkan tidak dilarang tapi kalau ada tambahan kata HTI itu yang dilarang.  Dan dikasus tersebut bendera tersebut hanya bertuliskan kalimat tauhid.

"Lagipula jika bendera tersebut mencurigakan, semestinya jangan lantas direbut lalu dibakar yang akhirnya memicu polemik.  Semestinya jika dirasa mencurigakan, diambil saja secara baik-baik terus diserahkan ke polisi sehingga polisi bisa menindaklanjuti.  Ini juga menjadi pelajaran ke depannya, jangan main tindakan sendiri tapi berkoordinasilah dengan pihak yang berwenang," jelasnya.

Umat Islam, diharapkan HNW harus melihat secara lebih proporsional.  Jangan lantas membiarkan kejadian tersebut justru membelah umat Islam yang memperlebar konflik NU dan non NU, anshor dan non anshor serta konflik antar warga bangsa. Hal-hal tersebut harus dihindari dan tidak boleh terjadi.

"Jangan sampai energi bangsa ini terkuras pada persoalan tersebut dan melupakan berbagai persoalan atau masalah bangsa yang lebih besar dan membutuhkan konsentrasi seluruh elemen bangsa untuk menyelesaikannya," katanya. (mbd/mnr-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment