Pemilu Jangan Merusak Ikatan Bangsa
Disampaikan Mahfud MD di acara Apel Kebangsaan \"Kami Merah Putih\"

By Redaksi SS 17 Mar 2019, 17:55:31 WIB Semarangan
Pemilu Jangan Merusak Ikatan Bangsa

Keterangan Gambar : Habib Lutfi, Maemun Zubair dan Mahfud MD di acara Apel Kebangsaan di Lapangan Simpang Lima Semarang, Minggu (17/3/2019)


Semarangsekarang.com - Membuka tokoh penting nasional memberikan orasi kebangsaan dalam acara Apel Kebangsaan “Kita Merah Putih” di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang, Minggu (17/3/2019). Selain orasi, acara juga dilengkapi dengan doa dan selawat bersama.

Puluhan ribu masyarakat dari seluruh Jawa Tengah dan sekitarnya tumpah ruah di lokasi tersebut. Sambil berdiri dan duduk lesehan, mereka dengan khidmat mengikuti kegiatan yang dimaksudkan untuk mempersatukan bangsa itu.

Menampilkan tokoh nasional yang hadir memberikan orasinya adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, KH. Maimun Zubair, Habib Luthfi, Gus Muwafiq, KH Munif Zuhri, Prof Mahfud MD, KH Ahmad Daroji, Uskup Rubiatmoko (Keuskupan Agung Semarang), Pendeta Eka Laksa (PGI), Nyoman Suraharta (PHDI), Go Boen Tjien (Matakin) dan Pujianto (Walubi).

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof Mahfud MD mengatakan, kegiatan Apel Kebangsaan itu sangat bagus. Karena itu, tidak dan apapun yang dilakukan, semua harus dilakukan untuk persatuan dan kesatuan bangsa.

“Pemilu bagaimanapun, itu koridornya jangan merusak ikatan bangsa. Anda boleh memilih, tapi satu hal, jangan rusak ikatan kebangsaan. Rugi semua nanti, ”tegasnya.

Upaya tetap keutuhan NKRI, lanjut Mahfud, sangat penting. Semua langkah dan upaya bisa dilakukan, bisa seperti yang dilakukan Pemprov Jateng saat ini, yaitu dengan Apel Kebangsaan, selawatan, mujahadah dan doa bersama.

“Semua harus dilakukan, agar bangsa ini selamat. Tidak ada dalil yang membantah tentang kebangsaan yang penting menurut konstitusi atau agama. Maka dari itu, perlu NKRI, UUD 45, Pancasila dan Merah Putih itu penting. Titik! ”tegasnya.

Sementara itu, Habib Luthfi bin Yahya dalam orasinya mengatakan, Bangsa Indonesia harus bangga memiliki Merah Putih. Karena diijinkan, memiliki tiga hal, yaitu sebagai kehormatan bangsa, harga diri bangsa dan jatidiri bangsa.

“Dari dulu, merah putih tidak akan berubah meski dilekang oleh zaman.Kalau sudah kumpul seperti ini dan disetujui untuk disetujui NKRI, minta Pancasila, minta Merah Putih, maka Indonesia akan tetap jaya, ”paparnya.

Selain Prof Mahfud, MD dan Habib Luthfi, sejumlah tokoh nasional juga menyampaikan orasi kebangsaan.Diambil KH Maimoen Zubair, Gus Muwafiq dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Untuk semua elemen

Dalam orasinya, gubernur mengatakan jika Apel Kebangsaan ini diterima oleh seluruh elemen masyarakat. Tidak memandang suku, agama, ras, bahkan pilihan politik, semua berbaur jadi satu untuk Merah Putih.

“Hari ini komplet. Ini ada TNI, Polri, Kajati, Ketua DPRD, Wagub dan juga tokoh nasional serta para ulama. Saya meminta segenap rakyat Indonesia, semua golongan, semua harus bersatu padu bulat, berdiri di belakang pemimpin. Janganlah menjadi kacau, lakukan tak tentu arah, hanya tuduh menuduh dan menyalahkan orang lain, ”katanya.

Apa yang disampaikan Ganjar ini adalah pidato pertama Bung Karno saat dilantik menjadi presiden. Dalam pidato pertama itu, Soekarno sudah mengingatkan, yang menjadi ancaman bagi Indonesia adalah dari bangsa Indonesia sendiri.

“Lihatlah bangsa kita saat ini, fitnah merajalela, hoak, maki-memaki, saling serang bertukar antar kawan dan saudara sedarah. Apakah fitnah dan hoak yang mengoyak ini akan kita biarkan? Apakah sikap intoleran akan kita biarkan? Apakah rasa permusuhan yang merusak sendi akan dibiarkan dibiarkan? Pasti semua mengatakan tidak. Mari kita berdiri untuk menyetujui NKRI, ”tegasnya.

Selain selasi, orasi kebangsaan dan doa bersama, Apel Kebangsaan juga dipenuhi dengan ikrar bersama memegang NKRI. Acara ditutup dengan penyerahan Bendera Merah Putih dan simbol Pancasila oleh para tokoh nasional kepada generasi penerus. Antara lain, KNPI, Generasi Muda Muhammadiyah, NU, Karang Taruna, Gerakan Pemuda Antaretnis, Forum OSIS, Dekade Pramuka, IPPNU, Komunitas Sahabat Difabel, Generasi Muda Kristen, Katholik, Budha, Hindu, dan Konghucu. Selain itu juga dilakukan pelepasan burung merpati pertanda kedamaian dan pesan kerukunan juga keutuhan NKRI. Mereka juga makan bersama brokohan nasi Kebuli. (faf/jtgpgoid-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment