Pendekar Bergitar Asal Pemalang
Rozikin, CEO Kaisar Republik Dangdut

By Redaksi SS 22 Mei 2018, 11:22:24 WIB Tokoh / Profil
Pendekar Bergitar Asal Pemalang

Keterangan Gambar : Om Jeck (Rozikin), sebagai pemilik grup musik Kaisar Republik Dangdut di kawasan Tegal, Pekalongan dan sekitarnya tak lantas membuat dirinya berpangku tangan. Turun sendiri menjadi salah satu gitaris di grup bisa menjadikan keeratan personil grup tetap terjaga.


Semarangsekarang.com--Dangdut sudah memberikan segalanya, popularitas, kesenangan dan kekayaan. Tetapi, semua itu tidak membuatnya besar kepala. Dalam posisinya sebagai musisi sekaligus owner Kaisar Republik Dangdut (group dangdut terdepan dikawasan Tegal, Pemalang dan Pekalongan) Rozikin alias "om Jeck" tetap lah sosok yang rendah hati. Ia masih tetap memetik senar gitar, bercengkerama dengan para musisi dan bercanda gurau dengan semua crew. Demikian pula keseharian hidupnya, dia adalah pribadi yang bersahaja. Hidup seperti umumnya masyarakat biasa tak tampak sebagai selebritis.

Padahal, sebagai punggawa group musik, bisa saja pria kelahiran Pemalang 12 Mei 1966, ini cukup duduk manis dan main perintah. Tetapi alternatif itu tidak diambil. Ia memilih meneruskan kehidupannya bermusik, sembari terus menjalin silaturahmi dengan seluruh personil group yang dipimpinnya. Sikap rendah hati dan kesederhanaannya, itu menjadi penanda bahwa putra pasangan Umar Said dan Umayah ini telah mengalami tempaan yang tidak ringan dalam hingar bingar panggung dangdut yang dijalaninya sejak sekitar tahun 1985.

"Saya menjadi gitaris dari panggung ke panggung musik dangdut dengan cara omprengan. Saya slalu menawarkan diri untuk ikut main dari panggung ke panggung. Lalu saya mencoba merintis membuat group dangdut, tapi ternyata tidak gampang. Beberapa kali saya malah ditendang oleh group yang saya bangun dan besarkan. Begitu berulang ulang, sampai akhirnya saya beranikan diri membuat lagi dengan modal sendiri. Alhamdulillah, Allah memberi kemudahan sehingga Kaisar Republik dangdut yang saya dirikan dan saya bina sendiri masih berdiri hingga kini," kata om Jeck saat dihubungi semarangsekarang.com beberapa waktu lalu.

Kalau melihat keberhasilannya sekarang, orang mungkin tidak percaya kalau pada 1985 om Jeck harus rela dibayar Rp 2000, pada penampilan pertamanya sebagai gitaris. Bahkan Rozikin sendiri tidak terlalu abai dengan uang hasil keringatnya, yang paling penting baginya adalah bisa ikut tampil dipanggung, menyalurkan hobinya bermain musik.

“Tantangan terbesar kami sebagai musisi dangdut waktu itu adalah cemoohan yang datang dari musisi genre lain. Kami dibilang kampungan, ndeso dan sebagainya. Kalau tidak kuat-kuat kami bisa berantem, tapi kami mencoba bersabar. Dan dibalik kesabaran itu, kini kami melihat manfaatnya”, ungkap Rozikin.

Baru setelah 23 tahun berkelana menjajakan petikan gitarnya kepada grup-grup musik dangdut yang ada waktu itu, Rozikin mulai merasakan berkahnya menjadi seniman. Pada saat itu, atau sekitar 2008 Rozikin berhasil membangun Kaisar Republik Dangdut. Semenjak itu pundi-pundi rupiahnya terus terisi, seiring semakin terkenalnya grup yang digawanginya tersebut.

“Puasa sekarang ini kami memang beristirahat. Tetapi nanti pas Idul Fitri kami benar-benar harus bekerja keras, memenuhi undangan. Dan itu rasanya seperti berperang”, kata Rozikin lagi.

Entah sampai kapan Rozikin akan terus memainkan senar gitarnya di atas panggung, karena sesungguhnya si empunya nama juga tidak tahu kapan ia akan berhenti. Yang pasti, saat ini ia tengah merasakan nikmatnya menjadi musisi, setelah bertahun-tahun berjuang dan bersabar menunggu hadirnya kesuksesan. (mbd-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment