Pengabdian Tanpa Henti
Sukardi, SPd, relawan PMI 

By Redaksi SS 19 Apr 2018, 11:16:51 WIB Tokoh / Profil
Pengabdian Tanpa Henti

Keterangan Gambar : Sukardi, S.Pd, sebagai relawan PMI, mau ada bencana atau tidak yang namanya siaga tetap harus dijaga.


Semarangsekarang.com--Tidak ada perasaan yang lebih membahagiakan bagi Sukardi  SPd, kecuali, bisa meringankan beban penderitaan orang lain. Baginya, membantu sesama yang terkena musibah adalah panggilan jiwa. Kebahagiaannya itu  akan semakin lengkap, tatkala ia mendengar ucapan terimakasih yang disampaikan secara tulus, dari orang yang ditolongnya. Cukup ucapan terimakasih saja, karena ia tak pernah mengharapkan yang lebih. 

Begitulah ketulusan hati,  lajang  kelahiran Pati, 30 Januari 1985, ini menjalani hari-harinya sebagai relawan Palang Merah Indonesia (PMI), Kabupaten Pati. Bagi Kardi, begitu koleganya menyapa, tidak ada hari tanpa bersiaga  untuk memberi pertolongan. Termasuk saat berangkat menuju markas PMI Pati, tempat yang selalu dia datangi sehari-hari. 

“Saat ada kecelakaan menuju markas, kita juga bersiaga untuk memberi pertolongan jika di tengah jalan terjadi kecelakaan”, kata Sukardi menambahkan. 

Menjadi bagian dari relawan PMI sudah dilakukan anak kedua dari dua bersaudara, pasangan Darsono (alm),  dengan  Sarmi, ini sejak 2007. Artinya, praktis sudah 11 tahun ia mengabdi pada upaya-upaya kemanusiaan yang dilaksanakan PMI. Selama itu sudah berkali-kali ia terlibat dalam aksi sosial pertolongan korban bencana, termasuk musibah banjir yang sempat beberapa kali menerjang sebagian wilayah Pati. 

“Dalam kondisi siaga menghadapi musibah, kita sering lupa menjaga diri sendiri. Lupa istirahat, kadang juga lupa makan, padahal itu tidak baik. Karena sebelum bisa menolong orang lain, kita harus memastikan, mampu menolong diri sendiri”, kata pria berusia 33 tahun tersebut.

Dalam kondisi aman, menurut Kardi pihak PMI juga tidak berhenti bersiaga. Mereka selalu  melakukan pelatihan bagi para calon relawan, agar siap diterjunkan di lokasi-lokasi yang terdampak bencana. Selain itu, ia juga senantiasa bersiap,  kalau sewaktu-waktu ada pasien yang membutuhkan donor darah. 

“Yang namanya donor darah, asal kondisinya memungkinkan, kami selalu siap berbagi dengan orang lain”, kata Kardi lagi. 

Apa yang dia dan relawan lain lakukan, dalam membantu meringankan beban sesama, menurut Kardi sudah menjadi nafas dan nalurinya sebagai anggota PMI. Teruslah berjuang kawan, Gusti Allah mboten Nate sare, dumateng hambanipun ingkang manfaati dumateng tiyang sanes.. (mbd-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment