Penghuni Lokalisasi SK Periksa Kesehatan Gigi
Kegiatan pengadian FKG Unimus

By Redaksi SS 03 Sep 2019, 19:23:23 WIB Semarangan
Penghuni Lokalisasi SK Periksa Kesehatan Gigi

Keterangan Gambar : Anak asuh penghuni Lokalisasi Sunan Kuning saat mengikuti pemeriksaan kesehatan gigi di balai RW IV Kelurahan Kalibanteng Kulon, Selasa (3/9/2019) yang diadakan oleh FKG Unimus. (foto: zykka)


Semarangsekarang.com -Penghuni lokalisasi Sunan Kuning (SK) memeriksakan kesehatan gigi dan rongga mulut, di balai RW IV Kelurahan Kalibanteng Kulon Kecamatan Semarang Barat, Selasa (3/9/2019).

Kegiaran yang dilaksanakan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) ini diikuti 40 anak asuh penghunni lokalisasi.

Menurun Dekan Fakultas kedokteran Gigi, Unimus, drg Budiono, pemeriksaan ini dalam rangka pengabdian masyarakat dari mahasiswa Fakultas Kesehatan Gigi (FKG) Unimus.

Hal ini merupakan tanggungjawab moral, bahwa kami ada itu untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut masyarakat . 
Budiono mengaku dipilihnya lokalisasi Sunan Kuning karena profesi ini marupakan profesi yang cukup rentan penularan seksual, seperti HIV AIDS, dan faktor kesehatan gigi itu sangat berepengaruh terhadap kesehatan secara keseluruhan. Sehingga dari pemeriksan gigi dan mulut itu bisa deteksi dini adanya kelainan ditempat lain.

“Ini merupakan bentuk tanggungjawab kami sebagai institusi pendidikan di kedokteran gigi dan ini untuk deteksi dini kondisi yang pada akhirnya membahayakan anak asuh yang beresiko terhadap penyakit-penyakit menular seksual,” katanya. 

Gejala dari rongga mulut

Lebih lanjut Budiono menambahkan, banyak penyakit yang bermanifestasi atau muncul gejalanya dari rongga mulut misalnya seperti Diabetes itu muncul misalnya ada kegoyangan pada gigi, atau aroma keton yang berlebih kemudian hipertensi muncul, dan HIV muncul semua.

“Aroma HIV paling khas adanya ceodemembran yakni adanya lapisan tipis membran putih di gusi, kalau sudah seperti ini kemudian lidahnya berwarna putih dan itu infeksi jamur yang berlebih. Kondisi seperti itu perlu dicurigai, karena dari sini perlu adanya pemeriksaan lebih lanjut,” tambahnya.

Untuk pemeriksaan ini targetnya antara 150 sampai 200 anak asuh dan pemeriksaan yang lain tetapi deteksinya sudah kelihatan. Sehingga nantinya data ini akan diolah dan disampaikan sebagai masukan kepada dinas terkait terkait.

“Kedepannya akan lebih menyeluruh , karena selama ini lebih pada penyakit umumnya misalnya kesehatan reproduksi, tetapi untuk kesehatan gigi dan mulutnya masih rendah,” jelasnya.

Salah seorang anak asuh, Putri Baby Rahmawati, mengaku dengan adanya pemeriksaan dari dokter tentunya sangat membantu dalam menjaga kesehatan gigi dan rongga mulut. Dalam pemeriksaan tersebut disarankan agar sering menggosok gigi.
“Jadi paling tidak sehari dua kali atau setelah dan sebelum tidur agar melakukan gosok gigi,” katanya. (zykka-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment