Pengurus MAS Tolak Bisnis Karaoke di Dekat MAJT

By Redaksi SS 17 Jul 2019, 18:48:46 WIB Semarangan
Pengurus MAS Tolak Bisnis Karaoke di Dekat MAJT

Keterangan Gambar : Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang, Fajar Purwoto saat memimpin langsung penertiban usaha karaoke di daerah MAJT.


Semarangsekarang.com-Takmir  Masjid Agung Semarang mengapresiasi tindakan pemerintah kota Semarang yang telah melakukan penyegelan di sejumlah tempat  hiburan karaoke di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

Pengurus Takmir Masjid Agung Semarang (MAS) Muhaimin mengatakan, penyegelan itu belumlah cukup memuaskan bagi para jemaah masjid maupun masyarakat yang berada di kawasan MAJT.
Menurut Muhaimin, pengurus MAS 
dengan tegas menolak keberadaan  karaoke di area Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) karena kawasan tersebut merupakan kawasan budaya Islam sehingga harus jauh dari kemaksiatan.

"Keberadaan karaoke tidak hanya di segel namun saya  ingin juga ditutup dan dibongkar untuk selamanya" kata Muhaimin saat ditemui di kantor Masjid Agung Semarang di jalan Alon-slon Semarang, Rabu (17/7/2019).
Muhaimin menyatakan dengan tegas menolak kemaksiatan di areal kawasan budaya Islam di MAJT.
"Kalau Demak saja bisa melakukan pembongkaran, tentunya Pemkot Semarang bisa juga melakukan pembongkaran karaoke sehingga kawasan itu bersih seperti semula' kata Muhaimin.

Oleh karena itu, kata Muhaimin, pengurus takmir  MAS mendukung langkah remaja dengan melakukan gerakan moral memasang baliho yang  bertuliskan ungkapan ucapan terimakasih kepada Walikota Hendrar Prihadi yang telah melakukan tindakan keras memerangi kemaksiatan dan penyakit masyarakat di kota Semarang.

Muhaimin mengatakan tuntutan remaja tiga masjid yaitu MAJT, MAS dan Masjid Baiturahman agar karaoke liar di kawasan budaya Islam tersebut tidak hanya ditutup, tetapi juga dibongkar sehingga tidak ada lagi kemaksiatan di kawasan budaya Islam.

Apakah ini terkait dengan rencana penutupan Sunan Kuning? Muhaimin mengakui, kegiatan aliansi remaja tiga masjid tersebut, untuk mengantisipasi  penutupan lokalisasi Sunan Kuning, sehingga para tidak para pekerja hiburan karaoke SK tidak pindah tempat - tempat karaoke liar di dekat MAJT,   sehingga tempat itu harus ditutup dan dibongkar.

Aliansi remaja tiga masjid tersebut, kata Muhaimin juga mendukung ketegasan walikota yang segera melakukan penutupan kemaksiatan di lokalisasi SK dan mengantisipasi agar kawasan budaya tidak digunakan untuk kegiatan karaoke.

Muhaimin juga heran kenapa tempat karaoke di tempat yang sunyi dan gelap. Di dalam karaoke juga disekat-sekat sehingga sangat berpotensi untuk kegiatan kemaksiatan.

Aliansi remaja Islam tiga masjid juga memasang baliho memohon dukungan bersama jamaah dan warga sekitar tempat karaoke liar serta pedagang relokasi Pasar Johar.

Dukungan moral tersebut dengan meminta tandatangan para jamaah masjid di atas kain putih yang disediakan di teras Masjid Agung Semarang.

Sedangkan tulisan di baliho memohon Walikota Hendrar Prihadi segera menertibkan tempat-tempat maksiat dan menutupnya untuk selama-lamanya. (zykka-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment