Penyayang Kucing yang Juara Ngaji
Zabadil Bahri

By Redaksi SS 19 Nov 2018, 10:04:50 WIB Sahabat Kita
Penyayang Kucing yang Juara Ngaji

Keterangan Gambar : Zabadil Bahri, Juara 1 tilawah Olympic Ahmad Dahlan tingkat propinsi yang suka membantu pekerjaan rumah tangga dan penyanyang kucing.


Semarangsekarang.com--Namaku Zabadil Bahri, hari-hari aku biasa dipanggilan Zaba. Aku lahir di Pekalongan Jawa Tengah, pada 19 Agustus 2007, atau dua hari setelah perayaan hari ulang tahun  Kemerdekaan Indonesia ke 62. Aku adalah anak sulung tiga bersaudara. Bapakku  Zaenal Muttaqin sedangkan ibuku  Khusnul Fadhilah.

Saat ini aku bersekolah di SD Muhammadiyah (SDM) Bligo, Buaran, Kabupaten Pekalongan. Di sekolah aku memiliki guru yang baik, sangat memperhatikan muridnya dan selalu membantu kesulitan yang dihadapi semua siswa, beliau adalah Bu Nur Afiyah. 

Kegiatan belajar disekolah ku sangat menyenangkan. Selain karena guru-guru yang baik, aku juga memiliki teman-teman yang menyenangkan. Diantara kawan-kawan itu, aku punya sahabat bernama Okta Rayhandy Aryan Putra. Okta orangnya asik, suka membantu dan baik hati. 

Oh ya, di rumah aku memelihara kucing. Aku suka bermain dengan kucing, karena binatang yang mengeong itu bisa diajak bermain. Aku bahkan pernah dicakar kucing. Waktu itu aku sedang bermain, tiba-tiba  kucingnya berontak dan nyakar tangan. Selain bermain dengan kucing, di rumah aku juga suka membantu pekerjaan rumah tangga. Beberapa pekerjaan yang aku lakukan antara lain, mengupas bawang merah, menyapu, dan  mencuci piring. 

Kalau di rumah, aku tidak menghabiskan waktuku hanya untuk bermain. Aku selalu menyempatkan diri belajar. Termasuk belajar membaca Alquran, kepada Ustad Muroqib dan Bu Nur Afiyah. Bahkan berkat ketekunannya mengaji aku sempat juara 1 tilawah Olympic Ahmad Dahlan tingkat propinsi (wilayah) dan maju ke tingkat nasional. Serta juara 1 tilawah Qur'an lomba mapsi ke 21 tingkat kabupaten dan mewakili utk maju ke propinsi. 

Saya rajin mengaji, satu Minggu tiga kali saya belajar mengaji. Semua itu dilakukan dengan harapan satu  hari nanti bisa menjadi imam, dan mengajak orang lain melaksanakan salat lima waktu. Selainku juga swnang bermain bulutangkis. Ini aku lakukan agar selalu sehat, dan keluar keringat. 

Kalau besar nanti, aku ingin menjadi ustad. Karena menjadi ustad itu sangat mulia, mengajarkan kebenaran kepada semua orang. Ustad. Tidak hanya memikirkan keselamatan dirinya saja, tapi juga orang lain disekelilingnya. (mbd-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment