Peran Perempuan Tangkal Radikalisme dan Terorisme

By Redaksi SS 08 Agu 2019, 14:26:57 WIB Ragam
Peran Perempuan Tangkal Radikalisme dan Terorisme

Keterangan Gambar : Narasumber diskusi Pelibatan Perempuan Dalam Pencegahan Radikalisme dan Terorisme yang digelar BNPT dan FKPT Jawa Tengah di Semarang. (foto: zykka)



Semarangsekarang.com-Memiliki karakter genetis yang lemah lembut adalah modal perempuan untuk menjadi agen perdamaian dalam menghadapi terorisme dan radikalisme yang ada di Indonesia.
Hal ini disampaikan Kepala Bidang Perempuan dan Anak  Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah Retno Mawarini dalam diskusi peran perempuan sebagai agen perdamaian. 

Diskusi yang bertemakan “Pelibatan Perempuan Dalam Pencegahan Radikalisme dan Terorisme digelar oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah yang berlangsung di Hotel Pandanaran Semarang, Kamis (8/8/2019), dihadiri oleh 130 peserta perempuan dari 35 organisasi wanita yang ada di Kota Semarang.

Menurut Retno, perempuan mempunyai peranan penting dalam upaya pencegahan bahaya pemikiran radikal maupun tindakan terorisme di lingkungan keluarga, dengan memberikan pemahaman kepada keluarga.
“Berikan pendidikan kepada anak-anak kita tentang pentingnya persatuan, nasionalisme dan pemahaman religi yang benar agar anak-anak kita terhindar dari bahaya pemikiran radikalisme dan  tindakan terorisme” kata Retno di depan forum.

Retno menambahkan, perempuan perlu memberikan edukasi bagi anak-anaknya untuk memberikan pemahamanan tentang nasionalisme dengan mencintai tanah air seperti yel-yel NKRI harga mati.

Sementara itu menurut Kepala Seksi Partisipasi Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Setyo Pranowo SH mengatakan, sekarang ini para pelaku tindakan terorisme tidak lagi didomiinasi oleh laki-laki, namun perempuan juga sehingga upaya pencegahan perlu dilakukan.
“Kami mengingatkan kepada ibu-ibu agar mewaspadai pemikiran radikal dan tindakan yang mengarah pada terorisme,” kata Setyo.

Peran penting ibu-ibu

Menurut Ketua FKPT sekaligus penyelenggara diskusi kali ini, Drs Budiyanto SH Mhum mengatakan tujuan digelarnya acara diskusi tentang peran perempuan tidak lepas dari adanya ancaman kejahatan yang luar biasa, yang bisa menjadikan perempuan menjadi korban maupun pelaku.
Menurut Budi, perempuan mempunyai peran yang luar biasa dalam  menghadapi kejahatan kemanusiaan yang luar biasa (ordinary crime), sehingga merasa perlu untuk diajak berdiskusi “Peranan perempuan itu penting dalam menghadapi ancaman pemikiran radikal maupun tindakan terorisme sehingga kami berinisiatif untuk mengumpulkan perempuan dari berbagai latar belakang organisasi untuk diajak diskusi dan dialog untuk bersama-sama dengan FKPT,” tandas Budi.

Dalam diskusi ini, kata Budi, kami mengkomunikasikan kepada masyarakat untuk bersama-sama  menjadikan Jawa Tengah itu damai, tentram bebas dari ancaman-ancaman ujaran kebencian yang tidak sesuai dengan pancasila, ataupun paham-paham yang tidak sesuai dengan negara kita,
“Ibu-ibu yang ikut dalam dalam dialog hari ini, bisa berperan di lingkungannya masing-masing, minimal menjadikan anak-anaknya menjadi lebih terjaga, menjadi benteng dari paham-paham yang tidak sesuai dengan Pancasila,” kata Budi.

Diharapkan, mereka yang ikut dalam diskusi ini bisa menyampaikan ke organisasi  yang mereka ikuti untuk memahamai dan mendeteksi adanya ancaman bahaya pemikiran radikalisme dan terorisme dai Jawa Tengah. (zykka-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment