Pilih Mengajar Meski Gaji Pas-pasan
Narjo, Guru SMAN 1 Wonosobo

By Redaksi SS 30 Agu 2018, 20:13:30 WIB Tokoh / Profil
Pilih Mengajar Meski Gaji Pas-pasan

Keterangan Gambar : Narjo, selalu merasa senang saat mengajar. Lebih banyak sukanya daripada dukanya. Bahkan pernah hendak dipukul muridnya saat mengajar.


Semarangsekarang.com--Sepintas memang tidak ada tanda-tanda yang istimewa, tampak pada dirinya. Dia sangat kalem, irit dalam hal  bicara maupun tersenyum. Tetapi, dibalik sikapnya yang biasa-biasa saja,  itu terdapat potensi yang sangat besar, terutama untuk mengantar siswa siswinya  berprestasi dikancah nasional. 

Itu dibuktikan melalui prestasi yang sudah diraihnya. Mengantar siswa SMAN I Wonosobo menjadi juara pertama Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR tingkat nasional tahun 2015. Dan juara kedua pada event yang sama pada 2011. Saat ini,  Narjo  tengah mengantar anak didiknya mengikuti Final LCC tingkat nasional tahun 2018. 

Sebagai guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Narjo patut berbangga dengan prestasinya itu. Tetatpi Narjo sendiri menganggap prestasi tersebut sebagai sesuatu yang wajar dan biasa saja. 

"Anak-anak SMAN 1 Wonosobo, itu adalah anak-anak pilihan. Mereka merupakan anak-anak hasil saringan, sehingga tidak kaget kalau juara. Apalagi, di Wonosobo, anak-anak kami sudah terbiasa menjadi juara," kata Narjo saat berbincang dengan semarangsekarang.com, di komplek MPR DPR dan DPD RI, Selasa (28/8/2018). 

Narjo begitu nama yang diberikan orangtuanya kepada ayah empat anak ini. Ia mulai mengajar sejak 1991, atau setempat dari IKIP Yogyakarta. Kegiatan mengajar itu terpaksa ia jalani, meski Narjo sendiri tak pernah bercita-cita jadi guru. 

"Kawan saya bahkan mentertawakan, saat tahu saya kuliah di IKIP.  Menurut mereka saya lebih cocok kuliah di jurusan teknik. Apalagi, saat itu gaji seorang guru relatif kecil," ungkap pria berusia 54 tahun tersebut. 

Untuk menutupi kekurangan, Narjo memiliki usaha bertani salak pondok. Dengan hasil salak, itulah ia menutupi kebutuhannya sehari-hari. Bahkan hingga kini ia terus bertani salak.

Banyak suka duka yang sudah dialami Narjo menjalani profesinya kini. Salah satunya, dia pernah ribut bahkan nyaris dipukul muridnya. Ceritanya, saat itu ia tengah mengajar. Tetapi muridnya itu malah bicara sendiri. Saat ditegur, sang murid marah dan hendak memukul. Beruntung, saat itu, teman-teman dikelas segera melerai. 

"Bagaimanapun mengajar itu lebih banyak sukanya. Saya selalu merasa senang saat mengajar, bahkan kadang timbul rasa rindu, jika terlalu lama libur dan tidak ketemu anak-anak," kata Narjo lagi. 

Narjo berharap, kiprahnya dalam mengajar bisa ikut mencerdaskan kehidupan bangsa. Terlebih ia sadar, anak didiknya kini, adalah calon pemimpin dimasa datang. (mbd-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment